Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Nasional Palestina Kini Tokoh

MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia: Saatnya Konsolidasi Internasional Bela Palestina

Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan dukungan penuh terhadap Fatwa Jihad melawan Israel yang baru saja dikeluarkan oleh International Union of Muslim Scholars (IUMS). Fatwa ini, menurutnya, sejalan dengan keputusan Ijtima’ Ulama Fatwa MUI yang telah lebih dulu menegaskan kewajiban umat Islam membela Palestina.

“Fatwa ini harus didukung secara meluas. Dalam Ijtima’ MUI bahkan direkomendasikan pengiriman pasukan untuk melindungi warga Gaza dari genosida dan penghancuran oleh Israel,” tegas Sudarnoto.

Ia menambahkan, poin-poin dalam Fatwa Jihad tersebut memberikan arah baru bahwa pendekatan global yang lebih komprehensif dan serentak perlu dilakukan untuk menundukkan Israel serta mewujudkan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, Israel saat ini merupakan “teroris terbesar abad ini” yang terus mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

“Umat Islam tidak boleh diam. Kejahatan sistemik yang dilakukan Israel dan Amerika ini merupakan bentuk kemungkaran yang nyata. Ini bertentangan dengan ajaran agama yang mewajibkan amar ma’ruf dan nahi munkar,” katanya.

Sudarnoto juga menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk secara serius mempertimbangkan kembali hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, termasuk keberadaan kedutaan besar Amerika di negara-negara mayoritas Muslim. Langkah ini menurutnya penting agar Amerika mendapat tekanan internasional dan berhenti mendukung kejahatan Israel.

Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh komponen bangsa — mulai dari pemimpin, ulama, akademisi, profesional, ormas Islam, lintas agama dan golongan, hingga media massa — untuk bangkit dan bersatu melakukan aksi berkeadaban yang terukur untuk memperlemah Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Ini saatnya bersatu. Tidak hanya dalam doa, tapi juga dalam gerakan nyata yang strategis dan kolektif,” pungkasnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *