Innalillahi wa innailai raaji’uun Budayawan betawi Ridwan Saidi tutup usia, pada Minggu, 25 Desember 2022, setelah menjalani perawatan medis di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan karena sakit.
Dikutip dari CNN, sebelum tutup usia anak Ridwan Saidi, Jihan, menyampaikan bahwa ayahnya mengalami koma akibat pecah pembuluh darah di batang otak sehari sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir.
“Kondisi Pak Ridwan koma akibat pecah pembuluh darah di batang otak pada Jumat, 23 Desember pagi dan alhamdulillah sudah tertangani di rumah sakit,” ujar Jihan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/12) malam.
Tokoh yang biasa dengan panggilan akrab babe Saidi ini banyak terlibat dalam aktivitas pelestarian budaya serta menulis buku-buku mengenai kondisi masyarakat Betawi.
Karir berpolitiknya sudah dimulai sejak beliau menempuh jenjang perkuliahan di Universitas Padjajaran 1962-1963 kemudian pindah untuk menuntut kuliah di Fakultas dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan ( Sekarang FISIP ) di Universitas Indonesia pada tahun 1963 – 1976.
Di rangkum dari wikipedia, dalam perkembangannya kemudian, Ridwan Saidi berkecimpung ke kelompok partai dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pada tahun 1977-1982 dan 1982-1987.Di bangku parlemen, Ridwan sempat menduduki kursi Wakil Ketua Komisi APBN (1977-1978) dan setelah itu dia konsisten menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidang lingkungan hidup dan ilmu pengetahuan sejak 1978-1987.
Usai jabatannya di DPR berakhir, pada tahun 1995 hingga tahun 2003, Ridwan menjadi Ketua Umum Partai Masyumi Baru. Ridwan juga pernah aktif dalam kegiatan Muktamar Rakyat Islam se-Dunia di Irak pada tahun 1993. Selain itu, Ridwan Saidi juga pernah aktif pada Festival Budaya Babylonian (Babylonian Cultural Festival) di Irak pada tahun 1994. Pada tahun 2003, Ridwan Saidi kemudian menjadi Ketua Steering Committee Kongres Kebudayaan. Ia juga pernah menjadi Ketua Komite Waspada Komunisme dan menjadi ketua dan pendiri Yayasan Renaissance pada tahun 2013.
Meninggalnya Ridwan Saidi di usia 80 tahun juga menjadi trending di media sosial.
Politikus Fadli Zon melalui akun Teitternya, @faflizon menulis ucapan dukanya kepada beliau :
Innalillahi wa innailai raaji’uun Budayawan betawi Ridwan Saidi tutup usia, pada Minggu, 25 Desember 2022, setelah menjalani perawatan medis di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan karena sakit.
Dikutip dari CNN, sebelum tutup usia anak Ridwan Saidi, Jihan, menyampaikan bahwa ayahnya mengalami koma akibat pecah pembuluh darah di batang otak sehari sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir.
“Kondisi Pak Ridwan koma akibat pecah pembuluh darah di batang otak pada Jumat, 23 Desember pagi dan alhamdulillah sudah tertangani di rumah sakit,” ujar Jihan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/12) malam.
Tokoh yang biasa dengan panggilan akrab babe Saidi ini banyak terlibat dalam aktivitas pelestarian budaya serta menulis buku-buku mengenai kondisi masyarakat Betawi.
Karir berpolitiknya sudah dimulai sejak beliau menempuh jenjang perkuliahan di Universitas Padjajaran 1962-1963 kemudian pindah untuk menuntut kuliah di Fakultas dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan ( Sekarang FISIP ) di Universitas Indonesia pada tahun 1963 – 1976.
Di rangkum dari wikipedia, dalam perkembangannya kemudian, Ridwan Saidi berkecimpung ke kelompok partai dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pada tahun 1977-1982 dan 1982-1987.Di bangku parlemen, Ridwan sempat menduduki kursi Wakil Ketua Komisi APBN (1977-1978) dan setelah itu dia konsisten menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidang lingkungan hidup dan ilmu pengetahuan sejak 1978-1987.
Usai jabatannya di DPR berakhir, pada tahun 1995 hingga tahun 2003, Ridwan menjadi Ketua Umum Partai Masyumi Baru. Ridwan juga pernah aktif dalam kegiatan Muktamar Rakyat Islam se-Dunia di Irak pada tahun 1993. Selain itu, Ridwan Saidi juga pernah aktif pada Festival Budaya Babylonian (Babylonian Cultural Festival) di Irak pada tahun 1994. Pada tahun 2003, Ridwan Saidi kemudian menjadi Ketua Steering Committee Kongres Kebudayaan. Ia juga pernah menjadi Ketua Komite Waspada Komunisme dan menjadi ketua dan pendiri Yayasan Renaissance pada tahun 2013.
Meninggalnya Ridwan Saidi di usia 80 tahun juga menjadi trending di media sosial.
Politikus Fadli Zon melalui akun Teitternya, @faflizon menulis ucapan dukanya kepada beliau :
“Turut berduka cita wafatnya B Ridwan Saidi, politisi kawakan, pemikir, penulis, sastrawan, budayawan. Saya kenal lebih dari 30 tahun lalu. Ribuan koleksi buku kuno dan seratusan piringan hitamnya sudah terintegrasi di @FadliZonLibrary sejak 2009. Merasa kehilangan tokoh hebat ini.”








