Ribuan Massa Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas: Seruan Solidaritas dan Kemanusiaan
Jakarta, 18 Mei 2025 – Ribuan peserta aksi memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) dalam Aksi Bela Palestina yang digelar oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP). Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Nakba, sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 15 Mei 1948, ketika rakyat Palestina mengalami pengusiran massal dari tanah mereka.
Seruan Kemanusiaan dan Dukungan Global
Aksi ini diwarnai dengan orasi dari tokoh nasional, termasuk Prof. Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri), yang menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina adalah tanggung jawab kemanusiaan. Palestina adalah luka dunia yang harus segera disembuhkan, tegasnya dalam pidato di tengah massa.
Selain itu, Din Syamsuddin, tokoh Muhammadiyah, menyerukan agar Hari Nakba diakui sebagai Hari Tragedi Kemanusiaan Internasioìsebagai bentuk pengakuan terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina selama lebih dari tujuh dekade.
Partisipasi Masyarakat dan Simbol Solidaritaĺìý⁶
Para peserta aksi mengenakan pakaian serba putih dan hitam sebagai simbol duka, serta membawa bendera Palestina, spanduk, dan poster dengan pesan seperti Stop Genocide dan Nakba Luka Bersama. Tidak hanya aktivis, aksi ini juga dihadiri oleh mahasiswa, relawan kemanusiaan, serta keluarga dengan anak-anak yang ingin menunjukkan kepedulian mereka terhadap Palestina.
Aksi ini semakin menggugah dengan ekspresi visual yang kuat, seperti lukisan anak Palestina menangis flyer Mom, No Milk, No Childhood, serta boneka bayi yang dilumuri cat merah sebagai simbol penderitaan anak-anak Palestina.
Dukungan Terhadap Geraka Boikot
Selain aksi demonstrasi, masyarakat juga berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza serta mendukung gerakanýý boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel** sebagai bentuk tekanan ekonomi.
Salah satu peserta aksi, Rifky (35), mengungkapkan bahwa aksi ini bukan hanya soal politik, tetapi juga isu kemanusiaan. Kita tidak boleh diam. Dunia harus buka mata dan hentikan kekejaman ini, ujarnya.
Aksi Damai dengan Pesan Kuat Aksi ini berlangsung dengan tertib dan damai, menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap isu Palestina. Selain orasi dan demonstrasi, peserta aksi juga melantunkan lagu-lagu perjuangan, termasuk *Atuna Tufuli*, sebagai bentuk dukungan moral terhadap rakyat Palestina yang terus menghadapi penderitaan akibat konflik berkepanjangan.
Dengan adanya aksi ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif dan berbasis nilai kemanusiaan.









