ARI-BP Gelar Konferensi Pers, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ismail Haniyah dan Seruan Solidaritas untuk Palestina
Ahadtimes.com, Jakarta – Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menggelar konferensi pers di RM. Al Jazeerah, Polonia, Jakarta Timur, pada Rabu malam (31/7), untuk menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Ismail Haniyah, Ketua Biro Politik Hamas. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dari beragam latar belakang yang menyuarakan simpati dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Din Syamsuddin, Komite Pengarah ARI-BP, mengawali konferensi pers dengan menyatakan, “Kami dari ARI-BP, yang merupakan gerakan rakyat Indonesia lintas agama, suku, profesi, organisasi, dan bahkan partai politik, berkomitmen agar Palestina segera merdeka dan penjajahan Zionis Israel terenyahkan dari bumi Palestina.” Beliau juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kesyahidan Ismail Haniyah, seraya menegaskan bahwa kematian tokoh tersebut tidak akan mengurangi semangat perjuangan rakyat Palestina.
Ustadz Oke Setiyadi, MA., Pengurus Besar Matlaul Anwar, turut menekankan pentingnya mempertahankan marwah umat manusia. “Ini bukan tentang Hamas, ini tentang nasib kita sebagai umat manusia. Kita berduka cita atas wafatnya tokoh kemanusiaan yang menjunjung hak asasi umat manusia dan kemerdekaan bangsa Palestina,” ujar beliau.
Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah Islamiah, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan brutal Zionis Israel yang menyebabkan kematian Ismail Haniyah, menyebutnya sebagai tindakan yang merusak perdamaian.
Profesor Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri, menambahkan bahwa wafatnya Ismail Haniyah menunjukkan intensifikasi tindakan represif Israel terhadap Palestina. Beliau juga menyerukan konsolidasi internasional untuk menghadapi tindakan Israel yang dianggap sebagai okupasi dan genosida.
KH. Ahmad Sadeli Karim, Ketua Majelis Syuro Matlaul Anwar, mengingatkan bahwa Palestina adalah salah satu negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia, menunjukkan hubungan historis yang kuat antara kedua bangsa.
Dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presedium MERCI Indonesia, menyebutkan bahwa Ismail Haniyah adalah salah satu tokoh penting dalam pendirian Rumah Sakit Indonesia di Palestina, menggarisbawahi kontribusi kemanusiaan Haniyah.
Ustadzah Nurjanah, Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. “Syahidnya beliau bukan menurunkan semangat, justru harus membangkitkan semangat kita untuk membela rakyat Palestina,” tegasnya.
Ustadz Bachtiar Nasir, Pimpinan AQL, menjelaskan bahwa Ismail Haniyah sempat merencanakan deklarasi hari internasional untuk Gaza pada 3 Agustus nanti, yang akan menjadi momentum untuk memperkuat suara internasional mendukung Palestina.
Baca Juga :
Bachtiar Nasir Ungkap Rencana Hari Internasional untuk Gaza Sebelum Wafatnya Ismail Haniyah
Dalam kesempatan yang sama, Yusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI, menyampaikan belasungkawa melalui sambungan telepon, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya seorang pemimpin kharismatik Palestina.
Acara ini ditutup dengan seruan untuk melaksanakan sholat ghaib pada hari Jumat mendatang di seluruh masjid di Indonesia, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. ARI-BP juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk penjajahan Israel yang terus berlangsung.









