Dalam konflik yang terus memanas di Jalur Gaza, dua jurnalis tewas akibat serangan udara Israel pada Senin, 24 Maret 2025. Salah satu korban adalah Hussam Shabat, seorang jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera Mubasher. Ia tewas ketika mobilnya menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak di Beit Lahia, Gaza Utara. Sebelumnya, Shabat telah terluka dalam serangan lain, namun tetap bertugas untuk meliput situasi di Gaza.

Korban lainnya adalah Mohammad Mansour, seorang jurnalis dari Palestine Today. Mansour tewas bersama keluarganya dalam serangan udara di Khan Younis, Gaza Selatan. Serangan ini terjadi tanpa peringatan sebelumnya, menambah daftar panjang korban jiwa di wilayah tersebut.
Menurut Kantor Media Pemerintah di Gaza, jumlah jurnalis yang tewas sejak Oktober 2023 telah mencapai 208 orang. Mereka mengutuk keras tindakan ini sebagai kejahatan perang dan meminta komunitas internasional untuk mengecam serangan terhadap pekerja media.
Hossam Shabat, dalam sebuah unggahan di media sosial sebelum kematiannya, menulis, “Jika Anda membaca ini, itu berarti saya telah dibunuh—kemungkinan besar menjadi target—oleh pasukan pendudukan Israel.” Ia juga menyerukan kepada dunia untuk terus menyuarakan kebenaran tentang Gaza dan tidak membiarkan dunia berpaling dari penderitaan rakyat Palestina. (Disadur dari berbagai sumber)









