Oleh:
KH. Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care
Ibadah kurban kerap dipahami sebatas aspek hukum fiqih, seperti sah atau tidaknya hewan yang disembelih. Namun di balik itu, terdapat dimensi etika yang mendalam tentang bagaimana seorang Muslim memperlakukan makhluk hidup yang akan dikurbankan.
Pembina AQL Qurban Care, KH Bachtiar Nasir, menegaskan bahwa penyembelihan dalam Islam bukan sekadar proses mematikan hewan, melainkan sebuah ritual sakral yang menuntut adab dan penghormatan tinggi terhadap kehidupan.

“Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi cerminan dari kemanusiaan dan kehalusan akhlak seorang Muslim,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, prinsip utama dalam penyembelihan hewan kurban adalah meminimalisir rasa sakit dan menjaga kehormatan hewan.
Syariat Islam melarang keras segala bentuk perlakuan kasar, seperti menyeret hewan secara paksa atau menjatuhkannya dengan cara yang menyakitkan. Sebaliknya, hewan harus diperlakukan dengan lembut dan dituntun dengan tenang menuju tempat penyembelihan.
Selain itu, terdapat etika lain yang sering diabaikan, seperti larangan mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih, serta tidak menyembelih hewan di depan hewan lain.
“Tindakan tersebut bisa menimbulkan tekanan psikologis yang berat bagi hewan. Ini yang disebut sebagai ‘kematian ganda’ dan sangat dilarang,” jelasnya.
Pada tahap pelaksanaan, penyembelihan harus dilakukan dengan satu gerakan yang cepat, tegas, dan menggunakan pisau yang sangat tajam. Hal ini bertujuan agar proses berlangsung singkat dan meminimalisir penderitaan hewan.
Menurutnya, praktik ini merupakan bentuk implementasi konsep ihsan dalam Islam, yakni berbuat baik dalam setiap aspek kehidupan, termasuk kepada hewan.
“Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal, termasuk ketika menyembelih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan memahami dan menerapkan etika ini, ibadah kurban tidak lagi dipandang sebagai tindakan kejam, melainkan sebagai bentuk pengabdian yang penuh nilai kemanusiaan.
“Kurban adalah seni spiritual yang menghargai kehidupan, bukan sekadar menghasilkan daging,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada jumlah atau kualitas hewan, tetapi juga pada cara memperlakukan hewan tersebut dengan penuh empati dan tanggung jawab.
Sementara itu, AQL Qurban Care mengajak umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban secara amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.









