Ahadtimes.id – Jakarta – Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/9/2024), Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyampaikan kritik terkait adanya surat yang dikeluarkan oleh salah satu direktorat jenderal yang menginstruksikan penggantian azan dengan running text. Jazuli menyatakan bahwa sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat (ormas) telah menghubunginya mengenai kebijakan tersebut.
“Handphone saya hidupkan, ada yang menelepon hingga tengah malam, baik tokoh masyarakat maupun ormas. Mereka menyayangkan adanya surat dari dirjen yang menginstruksikan penggantian azan dengan running text,” ungkap Jazuli.
Menurut Jazuli, kebijakan tersebut justru berpotensi menciptakan ketidaknyamanan dalam hubungan antarumat beragama, terutama saat Indonesia baru saja menerima kunjungan Paus yang membawa pesan perdamaian. Jazuli menegaskan pentingnya menjaga toleransi beragama dan memberikan ruang bagi setiap agama untuk menjalankan ajarannya tanpa gangguan.
“Paus tidak meminta azan diganti dengan running text. Toleransi itu terlihat justru ketika agama lain memberikan ruang bagi umat Islam untuk mengumandangkan azan, apalagi durasi azan hanya sekitar dua menit,” tambahnya.
Jazuli juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang masih bergejolak, seperti konflik di Ukraina dan Rusia. Ia mengingatkan agar kebijakan semacam ini tidak memberi ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana.
“Saya berharap, mari kita kokohkan nilai-nilai Pancasila. Dirjen harus berhati-hati dalam mengeluarkan surat, jangan sampai kebijakan yang seolah-olah kecil ini memicu gangguan stabilitas nasional,” tutup Jazuli.
Rapat tersebut menjadi momen bagi Jazuli untuk menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam konteks menjalankan ajaran agama dengan saling menghormati satu sama lain.









