AHADTIMES.ID – Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), KH. Yahya Cholil Staquf, memberikan penjelasan terkait viralnya sebuah foto yang menunjukkan dirinya sedang bersalaman dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Staquf menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pertemuan tersebut adalah sebagai perwakilan dari PBNU, bukan sebagai individu yang mendukung Israel.
“Saya diundang sebagai Rais Aam PBNU saat itu. Bagi saya, itu adalah kesempatan untuk berbicara dengan komunitas Yahudi terbesar di sana, terkait kemerdekaan Palestina,” ungkap KH. Yahya Cholil Staquf.
Staquf menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihak Israel juga turut bertanya tentang status Indonesia dalam isu konflik antara Israel dan Palestina. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Staquf menyatakan bahwa Indonesia akan terus berjuang hingga tercapai perdamaian yang adil antara kedua belah pihak.
Menurut Staquf, pertemuan tersebut adalah kesempatan untuk menyuarakan pendapat Indonesia mengenai isu kemerdekaan Palestina secara langsung kepada pihak terkait. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk berperan aktif dalam mencari solusi damai untuk konflik di Timur Tengah.
Meskipun foto tersebut menjadi viral dan menimbulkan kontroversi, KH. Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa kehadirannya dalam pertemuan tersebut bukanlah sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Israel, melainkan sebagai langkah untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait isu kemerdekaan Palestina.
Sebagai pengetahuan, Gus Yahya di diundang AJC Global Forum di Yerusalem pada 10-13 Juni 2018.









