Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Uncategorized

Pak Arsyad, Jakmania 64 Tahun yang Setia Mengayuh Sepeda Demi Membela Palestina

Ahadtimes.id, Jakarta – Di tengah ribuan massa yang memadati kawasan depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam Aksi Bela Palestina, Ahad (14/6/2026), sosok seorang pria lanjut usia menarik perhatian peserta aksi. Dengan kondisi kesehatan yang tidak lagi prima, pria bernama Arsyad tetap hadir untuk menyuarakan dukungannya kepada rakyat Palestina.

Pria yang akrab disapa Pak Arsyad itu mengaku telah lama mengikuti berbagai aksi kemanusiaan dan solidaritas untuk Palestina. Baginya, kehadiran dalam aksi bukan sekadar bentuk protes, melainkan panggilan hati untuk membela kemanusiaan.
“Saya setiap sehat, saya pasti demo. Demo bantu Palestina,” ungkapnya saat diwawancarai di sela-sela aksi.

Pak Arsyad yang mengaku sebagai bagian dari komunitas Jakmania juga dikenal aktif bersepeda. Sepeda yang digunakannya sehari-hari tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga sarana kampanye kemanusiaan. Ia memasang spanduk dukungan untuk Palestina pada sepedanya dan membawanya berkeliling sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

Dalam wawancara tersebut, Pak Arsyad beberapa kali menyampaikan pantun yang menggambarkan kecintaannya terhadap perjuangan Palestina.
“Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Indonesia bisa, Palestina bisa, Israel berbisa,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta aksi.

Pantun lain yang ia sampaikan berisi pesan optimisme bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak akan berhenti meskipun menghadapi berbagai tekanan dan serangan.
Meski usianya telah mencapai 64 tahun dan mengaku mengalami sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari asam urat hingga masalah saraf, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk hadir dalam kegiatan solidaritas kemanusiaan.

Saat ditanya pesan untuk masyarakat Indonesia terkait situasi di Gaza, Pak Arsyad mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina dan tidak berhenti menyuarakan dukungan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Kisah Pak Arsyad menjadi gambaran bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak mengenal batas usia maupun kondisi fisik. Di tengah berbagai keterbatasan, ia tetap hadir dan menyampaikan pesan sederhana bahwa keberpihakan terhadap kemanusiaan harus terus dijaga.
Aksi Bela Palestina yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat dan organisasi Islam tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Muhammad Zaitun Rasmin, Faisol Nasar Bin Madi, serta tokoh Palestina Ahed Abu Al-Atta.
Bagi Pak Arsyad, perjuangan Palestina bukan sekadar isu politik internasional, melainkan persoalan kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan oleh siapa pun yang masih memiliki kepedulian terhadap sesama manusia.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *