Sahabat-AI 70B Resmi Diluncurkan, Kini Mampu Berkomunikasi dalam Bahasa Daerah
Jakarta, 2 Juni 2025 — Sebuah terobosan besar hadir dari kolaborasi dua raksasa teknologi nasional, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan GoTo Group. Lewat peluncuran Sahabat-AI model 70B, publik kini dapat merasakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bukan hanya canggih, tetapi juga dekat dengan budaya Indonesia — karena mampu berkomunikasi dalam bahasa daerah.

Model Large Language Model (LLM) terbaru ini kini mampu memahami dan merespons dalam Bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak, di samping Bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa internasional. Kemampuan ini menandai tonggak penting dalam upaya menghadirkan AI yang inklusif, merakyat, dan berakar pada identitas bangsa.
“Kemampuan multibahasa, khususnya bahasa daerah, membuat Sahabat-AI relevan secara kultural. Ini bukan hanya inovasi teknologi, tapi bentuk penghormatan terhadap keragaman budaya Indonesia,” ujar Patrick Walujo, Direktur Utama GoTo Group.
Fitur ini memungkinkan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menggunakan layanan AI tanpa harus bergantung pada Bahasa Indonesia atau Inggris. Dengan pendekatan ini, teknologi menjadi lebih mudah diakses oleh kalangan yang selama ini mungkin kurang terjangkau oleh layanan digital konvensional.
Sahabat-AI 70B dapat diakses melalui situs sahabat-ai.com maupun di aplikasi GoPay pada menu “Layanan Favorit Warga”. Fitur percakapan real-time dengan penalaran alami menjadikan teknologi ini ideal untuk membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan informasi sehari-hari.
“Sahabat-AI adalah aset nasional. Dengan dukungan GPU Merdeka yang dioperasikan di dalam negeri, kami memastikan inovasi ini aman, relevan, dan dapat dinikmati semua warga, termasuk pengguna dari pelosok daerah,” jelas Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
Kemampuan bahasa daerah ini dikembangkan dengan kolaborasi bersama universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara. Selain memperkuat akurasi bahasa, kerja sama ini juga melibatkan mahasiswa lokal dalam program magang pengembangan AI.
Salah satu peserta, Komang Ayu dari Universitas Udayana mengaku bangga bisa berkontribusi dalam proyek ini. “Saya belajar banyak tentang pemrosesan bahasa lokal. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Dengan lebih dari 35.000 unduhan sejak versi awalnya, Sahabat-AI bukan hanya menjadi bukti kecanggihan teknologi lokal, tetapi juga model bagaimana AI bisa membumi di tengah keragaman bangsa.









