Ahqdtimes.id – Gaza, Di tengah blokade dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi Gaza, sebuah momen penuh haru dan kebanggaan terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025. Bertempat di Kamp Pengungsi Al-Shati, yang terletak di sebelah barat Kota Gaza, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan wisuda dan penghormatan bagi 500 penghafal Al-Qur’an.

Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Amal Alia Kuwait bersama Yayasan Ayadi Al-Khair, dan dihadiri oleh keluarga, tokoh agama, serta pemimpin masyarakat. Dukungan internasional dari Kuwait menunjukkan solidaritas lintas negara terhadap pendidikan dan spiritualitas umat Islam di Palestina.
Para hafiz—mayoritas perempuan muda berjubah hitam dan berhijab putih—berdiri tegak membawa cahaya ilmu dan keteguhan iman. Mereka bukan hanya simbol keberhasilan pendidikan Islam, tetapi juga representasi dari harapan dan ketahanan masyarakat Gaza yang terus berjuang menjaga nilai-nilai luhur di tengah keterbatasan.
Acara ini menjadi bukti bahwa di balik reruntuhan dan konflik, Gaza tetap melahirkan generasi Qurani yang siap meneruskan perjuangan dengan ilmu dan akhlak. Dukungan internasional seperti dari Yayasan Alia menunjukkan bahwa solidaritas umat Islam lintas negara masih hidup dan berdampak nyata.
Momen ini layak diabadikan dan disebarluaskan, bukan hanya sebagai berita, tetapi sebagai inspirasi global tentang bagaimana iman dan pendidikan bisa menjadi benteng terakhir dalam menghadapi ketidakadilan.









