ahadtimes.id : Sekretiariat DPRD Kota Bekasi menggelar Media Gathering dengan tema : “DPRD-PERS Bersinergi Membangun Kota Bekasi”, di Ruang Serbaguna, Dayang Sumbi, Sari Ater, Subang, Jawa Barat, yang diselenggarakan pada Jum’at dan Sabtu, 4-5 November 2022.
Sekitar 120 Jurnalis yang tergabung dalam PWI, IJTI, SMSI, IWO, AWPI, Forjas, Rujuk dan KOMODO mengikuti acara undangan dari Setwan DPRD Kota Bekasi.
Hanan Tarya selaku Sekretaris DPRD Kota Bekasi menyampaikan bahwa misi dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk memperkuat sinergitas dengan insan pers dilingkungan DPRD Kota Bekasi.
“DPRD Kota Bekasi adalah tempat terajutnya kerjasama antara sekretariat, anggota DPRD dan rekan media”. ujar Hanan didepan awak media.
Menurutnya dengan adanya media gathering semacam ini, akan terbangun dan terjalin hubungan sinergitas kerja yang baik antara sekretariat dengan media.
Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Anim Imamuddin sebagai pengganti posisi ketua dewan Syaifuldaulah yang kabarnya sakit dan tidak bisa hadir, mengatakan acara ini merupakan kebijakan anggaran, dengan harapan sinergitas dapat terjalin.
” ada sebuah istilah pena wartawan libih tajam dari sebuah silet … artinya maju dan mundurnya ada ditangan teman-teman media semua.” ujar Anim menyampaikan semangatnya di depan para Jurnalis.
Menurutnya istilah ini merupakan peran media seperti dua mata pedang, dimana kekuatan media dapat digunakan sebagai alat untuk memajukan dan juga menjatuhkan Kota Bekasi.
” Dari pemahaman ini antara DPRD dan juga kesetariatan adanya sinergi.” lanjut Anim.
Sedangkan Ketua Komisi 4 Kota Bekasi, Sardi Effendi, yang juga turut hadir, menyampaikan juga harapannya dalam forum keakraban ini bahwa akan terbentuk sinergi yang tepat.
“jangan sampai nanti, karena kita sudah perjuangkan kebijakan umum anggaran, lalu ada juga yang merasa tidak puas dengan ini, artinya akan terevaluasi tersendiri nomenklatur ini.” harap Sardi kepada awak media.
Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh pemateri diskusi, Rahmat Ferdian Andi Rosidi, bahwa pers harus memiliki kerja secara kolaboratif demi penguatan demokratisasi di daerah.
“Kemudian posisi pers menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk melahirkan pemerintahan yang baik dan akuntabel,” ujar Dosen UIN Hidayatullah, yang pernah bertugas di lingkungan media DPR RI ini. (RYU)









