Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Info Qurban Kemanusiaan Tokoh

Kurban Lokal atau Kirim ke Palestina? Ini Penjelasan Fiqih dari Bachtiar Nasir

Meningkatnya layanan kurban digital membuat masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menyalurkan hewan kurban, mulai dari penyembelihan di lingkungan sekitar hingga pengiriman ke wilayah konflik dan kemiskinan seperti Palestina atau Afrika.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mana yang lebih utama menurut syariat, berkurban secara lokal atau mengirimkannya ke daerah yang lebih membutuhkan?

Pembina AQL Qurban Care, Bachtiar Nasir, menjelaskan bahwa dalam kaidah fiqih, pelaksanaan kurban pada dasarnya lebih diutamakan dilakukan di lingkungan tempat tinggal pekurban.

Hal tersebut karena terdapat sejumlah sunnah yang berkaitan langsung dengan keberadaan hewan kurban di lingkungan sendiri, seperti menyaksikan proses penyembelihan, mengonsumsi sebagian daging, dan membagikannya kepada tetangga sekitar.

“Syiar kurban akan lebih terasa ketika masjid dan lingkungan sekitar tetap hidup dengan aktivitas penyembelihan dan berbagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tetangga dan masyarakat sekitar memiliki hak prioritas untuk merasakan manfaat kurban sebelum dialihkan ke wilayah lain yang jauh.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengiriman kurban ke luar daerah atau luar negeri tetap diperbolehkan apabila terdapat kebutuhan mendesak atau maslahat yang lebih besar.

Misalnya, ketika di suatu wilayah terjadi kelaparan ekstrem, konflik kemanusiaan, atau bencana alam yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh makanan.

“Dalam kondisi seperti itu, memindahkan kurban ke wilayah yang lebih membutuhkan justru menjadi langkah yang sangat dianjurkan,” katanya.

Ia menilai penyaluran kurban ke daerah krisis dapat menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian umat Islam terhadap penderitaan saudara Muslim di berbagai belahan dunia.

Meski demikian, UBN menyarankan agar umat Islam tetap menjaga keseimbangan antara syiar lokal dan kepedulian global.

Menurutnya, solusi ideal adalah tetap melaksanakan kurban di lingkungan sendiri untuk menjaga tradisi dan kebersamaan sosial, kemudian menyalurkan kurban tambahan ke wilayah yang sedang mengalami krisis apabila memiliki kemampuan lebih.

“Kurban yang baik adalah yang mampu menyeimbangkan adab lokal dengan kepekaan terhadap penderitaan global,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan dalam menyalurkan kurban sebaiknya dilandasi pertimbangan maslahat terbesar bagi umat secara luas.

“Memilih membantu tetangga dekat atau saudara jauh adalah bagian dari kematangan memahami prioritas syariat,” tutupnya.

==============

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *