Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Info Qurban Tokoh

Larangan Potong Rambut dan Kuku Jelang Qurban, UBN: Ini Latihan Totalitas Ketaatan

Ulama nasional Bachtiar Nasir mengingatkan umat Islam tentang sunnah penting menjelang Iduladha, yakni larangan memotong rambut dan kuku bagi mereka yang telah berniat melaksanakan ibadah qurban.

Menurut Pembina AQL Qurban Care itu, amalan tersebut bukan sekadar aturan teknis, tetapi bagian dari latihan spiritual menuju ketundukan total kepada Allah SWT selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

“Ini bukan hanya soal tidak memotong rambut dan kuku. Ini latihan disiplin ruhani agar seorang muslim belajar tunduk sepenuhnya kepada perintah Allah,” ujar UBN dalam keterangannya.

Larangan tersebut merujuk pada hadis Ummu Salamah Raḍiyallāhu ‘anhā, di mana Rasulullah SAW bersabda agar orang yang hendak berqurban tidak mengambil sedikit pun rambut maupun kukunya sejak masuk 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih.

Larangan Berlaku untuk Seluruh Rambut dan Kuku

UBN menjelaskan, para ulama seperti Imam an-Nawawi menerangkan bahwa larangan itu mencakup seluruh bentuk penghilangan rambut dan kuku, baik dengan dipotong, dicukur, dicabut, maupun cara lainnya.

“Bukan hanya rambut kepala, tetapi juga rambut ketiak, rambut tubuh, hingga kuku tangan dan kaki,” jelasnya.

Ia menambahkan, riwayat dalam Shahih Muslim secara tegas menyebut larangan mengambil rambut dan memotong kuku bagi orang yang telah berniat berqurban.

Menurutnya, meski ada sebagian pendapat yang membatasi hanya pada rambut tertentu, mayoritas ulama memahami larangan tersebut berlaku umum.

Simbol Penghambaan Total

UBN mengungkapkan, hikmah terbesar dari sunnah ini adalah simbol kesiapan seorang muslim untuk “ikut berqurban” secara maknawi.

“Seluruh anggota tubuh dibiarkan utuh sebagai bentuk penghambaan total kepada Allah, dengan harapan menjadi sebab pembebasan dari api neraka,” ujarnya.

Ia menyebut, amalan ini melatih pengendalian diri dan kesadaran spiritual bahwa ibadah qurban bukan hanya ritual menyembelih hewan, tetapi proses mendekatkan diri kepada Allah secara menyeluruh.

Tidak Ada Denda Jika Melanggar

Meski demikian, UBN menegaskan bahwa orang yang terlanjur memotong rambut atau kuku tidak dikenakan denda atau fidyah.

“Jika dilakukan karena lupa atau sengaja, cukup beristighfar kepada Allah dan melanjutkan niat qurbannya,” katanya, mengutip penjelasan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni.

Menurut UBN, umat Islam sebaiknya mempersiapkan diri sebelum masuk 1 Dzulhijjah dengan merapikan rambut dan memotong kuku terlebih dahulu.

The 10 Days Challenge

UBN menyebut sepuluh hari pertama Dzulhijjah sebagai “The 10 Days Challenge”, yakni momentum latihan spiritual untuk memperkuat disiplin ibadah dan ketundukan kepada Allah SWT.

“Bukan sekadar pantangan fisik, tetapi latihan menjaga komitmen dan menghadirkan kesadaran bahwa seluruh diri kita sedang dipersiapkan untuk mendekat kepada Allah,” pungkasnya.

Ia pun mengajak umat Islam menjadikan momentum Dzulhijjah sebagai musim memperbanyak amal saleh, zikir, puasa sunnah, sedekah, dan persiapan qurban terbaik.

==============

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *