Kepercayaan Dunia terhadap Israel Menurun, Anis Matta: Peta Geopolitik Timur Tengah Sedang Bergeser
Ahadrimes.id, JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Muhammad Anis Matta menilai kepercayaan dunia terhadap Israel terus mengalami penurunan menyusul rangkaian konflik di Gaza hingga perang dengan Iran. Menurutnya, kegagalan Israel mencapai sejumlah target militernya telah mengubah persepsi banyak negara terhadap kekuatan dan efektivitas strategi militer negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Anis Matta saat menjadi narasumber dalam SAJID Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Diskusi tersebut dipandu oleh Ketua Umum SAJID, KH. Bachtiar Nasir, dan dihadiri para jurnalis dari berbagai media.
Target Militer Israel Dinilai Tidak Tercapai
Dalam paparannya, Anis Matta menilai operasi militer Israel di Jalur Gaza belum mampu menghasilkan kemenangan sebagaimana yang ditargetkan pemerintah Israel.
Ia menyebut sejumlah sasaran utama operasi militer, seperti menghancurkan seluruh jaringan terowongan Hamas dan membebaskan para sandera melalui kekuatan militer, hingga kini belum berhasil diwujudkan.
“Sandera Israel yang kembali justru melalui kesepakatan dengan Hamas, bukan karena keberhasilan operasi militer. Semua target militernya tidak tercapai,” ujar Anis Matta.
Menurutnya, fakta tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan cara pandang masyarakat internasional terhadap kemampuan militer Israel.
Serangan 7 Oktober Guncang Reputasi Intelijen Israel
Anis juga menyoroti serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dinilainya menjadi pukulan serius terhadap reputasi sistem intelijen Israel.
Selama bertahun-tahun, Israel dikenal memiliki sistem keamanan dan intelijen yang sangat kuat. Namun keberhasilan serangan tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas kemampuan deteksi dan pencegahan yang dimiliki negara itu.
“Serangan itu membuat banyak pihak mulai mempertanyakan kemampuan intelijen Israel yang selama ini dianggap hampir tidak bisa ditembus,” jelasnya.
Perang Iran-Israel Ubah Kalkulasi Negara Teluk
Menurut Anis Matta, dinamika konflik tidak berhenti di Gaza. Eskalasi kemudian meluas melalui operasi militer Israel terhadap Hizbullah hingga konfrontasi dengan Iran.
Ia menilai perang tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru di negara-negara Teluk mengenai efektivitas sistem keamanan kawasan.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kemampuan Iran melakukan serangan terhadap target-target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat.
“Kalau pangkalan militer Amerika saja bisa menjadi sasaran serangan, tentu muncul pertanyaan mengenai seberapa efektif perlindungan keamanan itu,” katanya.
Negara-Negara Kawasan Mulai Evaluasi Strategi
Anis mengatakan berbagai negara di Timur Tengah kini tengah melakukan evaluasi terhadap strategi geopolitik masing-masing.
Baik Iran, negara-negara Teluk, maupun Amerika Serikat, menurutnya, sedang menghitung ulang berbagai langkah diplomatik dan keamanan setelah perkembangan konflik dalam beberapa waktu terakhir.
Perubahan kalkulasi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah sedang memasuki fase baru yang ditandai dengan bergesernya keseimbangan kekuatan regional.
Timur Tengah Memasuki Babak Baru
Di akhir paparannya, Anis Matta menegaskan bahwa perubahan persepsi internasional terhadap Israel merupakan salah satu indikator bergesernya peta geopolitik Timur Tengah.
Menurunnya tingkat kepercayaan terhadap kemampuan militer Israel, meningkatnya kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap stabilitas keamanan kawasan, serta berubahnya strategi berbagai aktor regional diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam membentuk dinamika politik Timur Tengah pada masa mendatang.








