Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Artificial Intelligence (AI) Berita Seni Teknologi

Dosen UMM Ciptakan “Batik Generative AI”, Teknologi AI untuk Motif Batik Baru

Malang – Inovasi teknologi kembali lahir dari dunia akademik Indonesia. Agus Eko Minarno, seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses mengembangkan teknologi “Batik Generative AI”, sebuah sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu menciptakan motif batik baru berdasarkan teks dan gaya tertentu.

Agus Eko Minarno, dosen Universitas Muhammadiyah Malang dan doktor dari UGM, menciptakan “Batik Generative AI”
Agus Eko Minarno, dosen Universitas Muhammadiyah Malang dan doktor dari UGM, menciptakan “Batik Generative AI” (foto : tangkap layar Youtube Channel : Pecah Telur )

Dalam video yang ditayangkan kanal YouTube Pecah Telur, Agus yang juga menyandang gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan bagaimana teknologi ini dirancang untuk menjadi jembatan antara seni tradisional dan kemajuan teknologi digital.

“Saya ingin batik tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dengan identitas khas Indonesia melalui bantuan teknologi,” ujar Agus dalam video berdurasi 10 menit tersebut.

Baca Juga : 

Hayao Miyazaki: Kritik terhadap AI dalam Seni dan Tren Ghibli pada Momen Keluarga Lebaran

Melalui teknologi “Batik Generative AI” ini, pengguna cukup mengetikkan deskripsi seperti “batik modern warna biru dengan motif bunga melati”, dan sistem akan secara otomatis menghasilkan desain visual batik sesuai permintaan.

Teknologi ini dibangun dengan memanfaatkan metode text-to-image generation, memanfaatkan model AI yang dilatih secara khusus pada dataset motif batik Nusantara. Agus juga menyebut bahwa proses riset dan pengembangan teknologi ini berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang, dengan pendekatan multidisipliner antara teknik informatika, desain, dan budaya.

“Batik Generative AI ini bukan sekadar software desain, tapi juga alat edukasi dan pelestarian budaya,” lanjutnya.

Selain untuk kepentingan estetika dan produksi, teknologi ini diharapkan mampu digunakan oleh UMKM batik, desainer muda, hingga pelajar untuk lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia sambil berinovasi di era digital.

Agus juga menegaskan bahwa proyek ini terbuka untuk kolaborasi dengan pihak-pihak yang ingin mengembangkan lebih lanjut pemanfaatan AI dalam ranah kebudayaan lokal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *