Hayao Miyazaki: Kritik terhadap AI dalam Seni dan Tren Ghibli pada Momen Keluarga Lebaran
Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli yang legendaris, terus menjadi sorotan karena pandangan kritisnya terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni. Miyazaki dengan tegas menyebut bahwa seni yang sejati harus mencerminkan jiwa manusia, bukan hasil algoritma. Momen yang paling berkesan dari kritiknya adalah pada tahun 2016, saat ia diperlihatkan demo animasi yang dihasilkan oleh AI. Ia menilai hasil tersebut sebagai “penghinaan terhadap kehidupan” karena tidak mencerminkan emosi dan pengalaman manusia.

Pandangan Miyazaki tetap relevan di tengah semakin maraknya seni yang dihasilkan AI, termasuk gambar bergaya Studio Ghibli. Ia meyakini bahwa seni harus menjadi medium ekspresi manusia, penuh dengan kedalaman dan kompleksitas yang tidak bisa ditiru oleh teknologi. Studio Ghibli sendiri tetap setia pada metode tradisional, menghindari penggunaan AI dalam karya-karya mereka.
Baca Juga :
Batik Generative AI Karya Profesor UGM
Sementara itu, pengaruh Studio Ghibli merambah budaya populer, bahkan hingga momen-momen keluarga di Indonesia. Dalam menyambut Lebaran kali ini, penggunaan elemen-elemen bergaya Ghibli menjadi tren baru dalam foto-foto keluarga. Banyak keluarga yang memilih untuk menggunakan filter atau latar belakang bergaya Ghibli—dengan desain seperti rumah kecil di pedesaan, hamparan padang rumput, atau langit penuh bintang—untuk menangkap suasana hangat dan penuh kebahagiaan khas Idul Fitri.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana karya-karya Studio Ghibli terus memberikan inspirasi di berbagai aspek kehidupan, tak hanya sebagai hiburan visual, tetapi juga sebagai bagian dari budaya modern yang menghubungkan generasi muda dengan tradisi keluarga.
Dengan meningkatnya perdebatan tentang seni yang dihasilkan AI, serta meluasnya pengaruh seni tradisional seperti Ghibli dalam budaya global, pertanyaan tentang masa depan seni semakin menjadi bahan refleksi yang mendalam.
Apakah teknologi dan tradisi dapat berjalan beriringan, atau justru saling bertentangan? Untuk saat ini, satu hal yang pasti: kehangatan gaya Ghibli terus mempererat ikatan keluarga di tengah perayaan Idul Fitri. (Diolah dari berbagai sumber)









