Fatwa Ulama Dunia Serukan Jihad Lawan Israel: Genosida Gaza Harus Dihentikan
Doha – Fatwa langka dikeluarkan oleh sejumlah ulama Muslim terkemuka dunia, menyerukan kepada seluruh umat Islam dan negara-negara mayoritas Muslim untuk melancarkan jihad terhadap Israel, sebagai bentuk respon terhadap genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Ali al-Qaradaghi, Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS), menyampaikan seruan tersebut pada Jumat lalu. Dalam pernyataan resminya, ia mendesak negara-negara Muslim untuk segera melakukan intervensi secara militer, ekonomi, dan politik guna menghentikan kehancuran besar-besaran yang menimpa Gaza.
“Kegagalan pemerintah Arab dan Islam dalam mendukung Gaza yang sedang dihancurkan adalah kejahatan besar menurut hukum Islam,” tegas Qaradaghi dalam fatwa berisi 15 poin tersebut.
Qaradaghi adalah otoritas agama terkemuka di kawasan Timur Tengah, dan keputusannya memiliki pengaruh luas di kalangan umat Muslim Sunni yang berjumlah sekitar 1,7 miliar jiwa.
Dalam fatwa itu, Qaradaghi menyebutkan bahwa haram hukumnya membantu Israel dalam bentuk apapun, termasuk menjual senjata, memfasilitasi pengangkutan melalui pelabuhan atau jalur perairan seperti Terusan Suez, Bab al-Mandab, atau Selat Hormuz.
Fatwa tersebut juga menyerukan blokade udara, laut, dan darat terhadap Israel serta mendorong negara-negara Muslim untuk meninjau ulang perjanjian damai mereka dengan Tel Aviv. Umat Muslim di Amerika Serikat juga diminta menekan Presiden Donald Trump untuk menghentikan agresi dan membangun perdamaian sesuai janji kampanyenya.
- Gaza di Ambang Kehancuran
Sejak bulan lalu, Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza setelah mengingkari kesepakatan gencatan senjata. Lebih dari 1.200 warga Palestina, termasuk ratusan anak-anak, telah tewas dalam serangan tersebut. Total korban sejak perang meletus pada Oktober 2023 kini melampaui 50.000 jiwa.
Jurnalis lokal menggambarkan situasi di Gaza sangat memprihatinkan. Mohammed Abu Mostafa menulis di media sosial: “Selamat tinggal komunitas paling pengkhianat dalam sejarah. Dalam beberapa jam, Gaza akan terhapus.” Sementara itu, jurnalis Aboud Battah memohon kepada dunia, “Bicaralah tentang kami. Demi Tuhan, kami sedang dimusnahkan dalam diam.”
Serangan terbaru Israel menargetkan sekolah, rumah sakit, tempat penampungan, zona aman, dan pabrik desalinasi air. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya sengaja meningkatkan tekanan untuk memaksa Hamas membebaskan sandera.
( sumber : www.middleeasteye.net )
Hamas menolak tuntutan Israel yang mengharuskan pelucutan senjata dan pengusiran warga Gaza. Sebaliknya, Hamas menawarkan pembebasan seluruh sandera dengan syarat diberlakukan gencatan senjata permanen dan diakhirinya pendudukan.









