Ratusan Dokter dan Nakes Turun ke Jalan dalam Aksi Solidaritas Palestina di Jakarta
Jakarta kembali menjadi pusat aksi solidaritas bagi Palestina. Pada 7 April 2025, ratusan Dokter dan Tenaga Kerja Kesehatan (Nakes) Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Aksi yang berlangsung di beberapa titik, termasuk Monumen Nasional (Monas) dan depan Gedung Sarinah, diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Bela Palestina serta mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi profesi, termasuk tenaga kesehatan. Para peserta mengenakan pakaian serba putih, membawa bendera Palestina, serta menyampaikan tuntutan kepada pemimpin dunia untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan tenaga medis di Gaza.
Tenaga Medis dan Solidaritas Kemanusiaan
Dalam aksi ini, Forum Dokter dan Tenaga Kesehatan untuk Palestina (FODKES Palestina) menyampaikan pernyataan sikap mereka. Salah satu poin utama adalah tuntutan agar dunia internasional segera memberikan perlindungan bagi tenaga medis dan relawan kemanusiaan yang terus menjadi sasaran dalam konflik.
Menurut dr. Piprim Basarah Yanuarso, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai 50.669 orang, termasuk 1.516 tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa komunitas medis tidak akan tinggal diam melihat rekan-rekan mereka menjadi korban dalam konflik ini.
Salah satu aksi simbolis dalam demonstrasi ini adalah konvoi ambulans yang melintasi kawasan Sarinah, sebagai bentuk protes terhadap serangan terhadap fasilitas medis. Para peserta membawa pesan seperti “Ambulans Bukan Target” dan “Lindungi Tenaga Kesehatan”, mengingat banyaknya rumah sakit yang telah hancur akibat serangan udara.
Seruan untuk Keadilan Global
Para demonstran juga mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengambil tindakan hukum terhadap para pemimpin Israel yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil. Mereka juga meminta komunitas internasional untuk mendukung pemulihan sistem kesehatan di Gaza yang telah lumpuh akibat perang.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang solidaritas global yang semakin besar, dengan demonstrasi serupa terjadi di berbagai negara. Para peserta berharap suara mereka akan mendorong pemimpin dunia untuk bertindak dan menghentikan kekerasan terhadap rakyat Palestina.









