SmartRTRW Berbasis AI Diluncurkan di Semarak Kebalen 2026, Permudah Layanan Warga RW 26
BEKASI — Digitalisasi pelayanan lingkungan menjadi salah satu langkah yang ditempuh RW 26 Perumahan Taman Kebalen, Kabupaten Bekasi. Melalui aplikasi SmartRTRW berbasis kecerdasan buatan (AI), warga diharapkan dapat mengakses layanan administrasi dan memperoleh bantuan lingkungan secara lebih praktis.

Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Semarak Kebalen 2026, acara panggung peringatan HUT Kemerdekaan RI yang digelar di Lapangan Bulutangkis At Taufiq, RT 03/RW 26, Perumahan Taman Kebalen, Sabtu malam (22/8/2026).
Ketua RW 26, Tri Handoko, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi merupakan bagian dari visi kepengurusan RW yang saat itu memasuki tahun ketiga. Gagasan digitalisasi berangkat dari kebutuhan untuk memudahkan pelayanan warga, terutama ketika pengurus tidak selalu berada di rumah atau di lingkungan.
Menurut Tri, salah satu layanan yang ingin dipermudah adalah pengurusan surat yang membutuhkan persetujuan dan tanda tangan Ketua RT maupun Ketua RW. Melalui sistem digital, proses tersebut diharapkan dapat dilakukan tanpa warga harus bertemu langsung dengan pengurus.
“Saya membayangkan ke depannya warga yang membutuhkan tanda tangan untuk surat dan sebagainya itu tidak perlu lagi ketemu dengan saya secara langsung,” ujar Tri dalam sambutannya.
Dalam pemaparannya, Arif Rachmad Adiyat, pengembang aplikasi SmartRTRW berbasis AI, menjelaskan bahwa setiap warga akan memiliki akun pribadi. Sistem dirancang agar akun seorang warga tidak dapat membaca akun warga lainnya, dengan pembatasan akses melalui sistem.
Aplikasi ini juga diperkenalkan sebagai asisten digital warga bernama Chaty. Melalui aplikasi, warga dapat mengajukan kebutuhan surat dengan mengisi data yang diperlukan untuk kemudian diproses dan disetujui oleh pengurus.

Selain administrasi, SmartRTRW diarahkan menjadi sarana komunikasi dan respons lingkungan. Dalam demonstrasi yang disampaikan, aplikasi dapat menampilkan informasi warga yang mengalami kondisi darurat, seperti kecelakaan atau sakit, termasuk nama, alamat, dan titik lokasi melalui GPS. Fitur tersebut diharapkan menjadi alternatif saluran informasi selain grup WhatsApp.

Arif yang juga memiliki rekam jejak lebih dari 10 tahun di dunia business coaching, mengaku baru kali ini membuat aplikasi berbasis AI, ia berharaf aplikasi bisa digunakan tidak hanya bagi RW 26 Peumahan Taman Kebalen, Kabupaten Bekasi namun bisa juga digunakan secara luas hingga bisa mempermudah pengguna dalam manajemen administrasi kepengurusan RT ataupun RW.
Validasi Data Jadi Tahap Awal Implementasi
Tri Handoko menyampaikan bahwa data warga RW 26 telah dimasukkan ke dalam aplikasi. Namun, data tersebut masih perlu divalidasi dan diperbarui bersama pengurus RT agar informasi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini.
Karena itu, pengurus berencana mengadakan sosialisasi di setiap RT. Warga akan diajak memasang aplikasi, memeriksa data keluarga, serta melakukan pembaruan apabila terdapat informasi yang perlu diperbaiki.
Tri juga menyebutkan bahwa aplikasi tersebut diharapkan dapat disinkronkan dengan sistem kelurahan. Untuk mencapai penerapan yang efektif, proses sosialisasi dan validasi data menjadi tahapan penting yang perlu mendapat dukungan warga.
Peluncuran Smart RW menjadi bagian dari upaya pengurus RW 26 mengembangkan pelayanan lingkungan berbasis digital. Melalui dukungan warga dan pembaruan data secara berkala, aplikasi ini diharapkan dapat membantu mempercepat pelayanan administrasi sekaligus memperkuat koordinasi ketika warga membutuhkan bantuan.









