Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Kemanusiaan

Dapur Umum KOMODO, Kepedulian Warga Bekasi Untuk Korban Gempa di Cianjur

ahadtimes.id, Cianjur – Dapur umum KOMODO – Komunitas Media Online Indonesia hadir sebagai aksi kepedulian warga Bekasi untuk korban gempa di Cianjur.

Sejumlah awak media dari Bekasi yang tergabung dalam Komunitas Media Online Indonesia (KOMODO), melakukan kunjungan langsung ketitik bencana gempa di Cianjur, pada Rabu (23/11/2022) pasca hari ketiga gempa.

Gelombang gempa tektonik dengan Magnitudo 5,6 skala Richter yang berpusat di Cianjur, terasa hingga dibeberapa daerah yang cukup berjauhan, termasuk wilayah Bekasi.

Ratusan korban jiwa hingga kini mulai bermunculan, beberapa temuan team relawan kemanusian yang terjun dari berbagai lembaga, menemukan korban banyak yang tertimbun bangunan yang roboh.

Hal ini yang mendorong KOMODO untuk turut andil dalam aksi kepedulian.

Team relawan KOMODO sengaja mengunjungi wilayah yang agak jauh dari pusat gempa kemudian mendirikan posko dapur umum bersama warga Kampung  Bojong Sawah, Desa Cisarandi, Kecamatan  Warung Kondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Aksi kemanusian “KOMODO PEDULI” ini juga bersinergi dengan lintas relawan lembaga kemanusiaan, seperti Jurnalis Filantrophi (JuFi), Yayasan Sahabat Qur’an Hadist, Genesa Peduli, Teladanku, RQPeduli.

Team ini tiba dini hari, sekitar pukul tiga pagi langsung melakukan pantauan ke rumah-rumah warga (didamping ketua rumpun setempat) yang terdampak gempa mulai kerusaka skala ringan hingga besar.

Denis, selaku Ketua Komodo, mengatakan kondisi warga di hari ketiga ini sangat memperihatinkan. “Tidak ada posko darurat karena memang lokasinya di dalam dan jauh dari jalan utama sehingga relatif kurang terpantau, sehingga bantuan logistikpun sulit. Begitu cerita yang saya dapatkan dari ketua RW 02 Daman,” katanya.

Dirinya beserta team mengimplementasikan amanah donatur untuk mendirikan dapur umum strategis di daerah ini dengan target kebutuhan pangan 250-300 warga.

“Hari pertama ini kita buka dapur umum harapannya agar pengungsi bisa makan minimal dua kali sehari dan kita akan adakan dalam aksi tanggap darurat ini buka untuk tiga hari. Selanjutnya kami akan terus membuka donasi agar bisa bertahan sepekan  disini,” ujar Ibnu Syafaat dari Jurnalis Filantropi Indonesia yang juga bergabung dalam gerakan ini. (RYU)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *