Armada Global Sumud Flotilla Hitungan Jam Dekati Gaza, Delegasi Dunia Siap Hadapi Intervensi Israel
Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla kini berada di titik kritis, hanya sekitar hitungan jam lagi menuju pantai Gaza. Konvoi yang terdiri dari 46 kapal dari 44 negara ini diperkirakan akan mencapai wilayah blokade dalam 1–3 hari ke depan, tergantung kondisi laut dan potensi intervensi militer dari Israel.
Pasukan laut Israel dilaporkan telah mengerahkan kapal perang dan unit khusus untuk mencegat armada. Zona yang akan dimasuki disebut sebagai zona oranye, wilayah berisiko tinggi yang kerap menjadi titik intersepsi militer.

Lihat kondisi terkini Armada GSF disini : https://globalsumudflotilla.org/tracker/
Di tengah ancaman tersebut, semangat para peserta tetap menyala. Delegasi Indonesia, meski sebagian besar memilih bertahan di Tunisia, tetap aktif dalam diplomasi media dan dukungan logistik. Wanda Hamidah menjadi satu-satunya peserta Indonesia yang ikut berlayar, menaiki kapal Keiser bersama relawan dari Turki dan Tunisia.
Sementara itu, aktivis kemanusiaan Husein Gaza, yang menjadi koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), menyampaikan pernyataan resmi dari Tunisia:
“Kami tidak gentar. Armada ini membawa harapan, bukan senjata. Jika Israel menyerang, dunia akan tahu siapa yang menolak kemanusiaan. Kami menyerukan kewaspadaan global dan doa dari seluruh umat Islam.” Husein Gaza dalam laporannya menuju zona merah
Kondisi laut dilaporkan cukup stabil, namun ketegangan meningkat setelah insiden ledakan di perairan Yunani dua hari sebelumnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa misi ini bukan tanpa risiko.
Penyelenggara flotilla menyerukan kepada masyarakat dunia untuk mengawal misi ini secara digital, menyebarkan informasi, dan menekan pemerintah masing-masing agar mencegah kekerasan terhadap armada sipil.
Global Sumud Flotilla bukan sekadar konvoi kapal. Ia adalah simbol keteguhan umat manusia dalam membela Gaza, melawan blokade, dan menyalurkan bantuan di tengah genosida yang terus berlangsung.









