Tasikmalaya, Aksi Teladanku, salah satu lembaga nonprofit yang bergerak dibidang kemanusiaan mengajak para dermawan untuk mewujudkan Saung Tahfidz yang berlokasi di kaki Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Jum’at 27 Mei 2022.
Anak-anak yatim di Pondok Tahfidz Mutiara Galunggung kisaran desa Sujaratu, Pesanggrahan, Kabupaten Tasikmala mengikuti kegiatan pengajian yang rutin dilaksanakan tiap pekannya.
Baca juga : JuFi dan Teladanku berikan reward untuk anak-anak Hafidz 5 Juz dalam satu tahun
Ustadzah Eti Nurhayati selaku pimpinan Pondok Tahfidz Yatim Mutiara Galunggung, menyampaikan hari ini sudah dimulai kembali setelah libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah dan mulai kembali kegiatan belajar mengajar sekolah.
“Hari ini Pondok Tahfidz Yatim Mutiara Galunggung sudah kembali menggelar pengajian rutin untuk anak-anak yatim binaan. Dan alhamdilillah hari ini juga ada tambahan tenaga pengajar baru untuk akhwatnya, jadi sangat membantu sekali karena santrinya cukup banyak dan kita cukup kewalahan,” ujarnya Jum’at (27/5/2022).
Selain itu, kata ustadzah Eti, saat ini pondok tahfidz yatim Mutiara Galunggung berencana akan membangun saung pondok tahfidz untuk anak-anak. Selama ini, jelas Eti, mereka digabung satu tempat dengan usia yang lebih dewasa sehingga tidak bisa fokus dalam proses belajarnya.
“Kami mencoba mengetuk hati para donatur untuk bersama-sama membangun fasilitas pendidikan bagi anak-anak yatim yang menjadi tanggungjawab pembinaan di pondok tahfidz Mutiara Galunggung,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan anggaran pembangunan yang dibutuhkan sekitar 25 juta rupiah untuk membangun saung/kobong tahfidz seluas 8×4 meter semi permanen dengan material bambu yang dibangun diatas kolam ikan. Pondok tahfidz yatim tersebut berlokasi di Jalan utama Cipanas – Galunggung, kabupaten Tasikmalaya.
Hari ini relawan Teladanku juga hadir pada acara Jumat Berkah ini dan juga akan bersama-sama membantu mewujudkan pembangunan saung tahfidz Mutiara Galunggung.
“Mutiara Galunggung saat ini memiliki santri dan santriwati yatim sekitar 70 orang dan 40 orang tua jompo. Sudah barang tentu hal ini menjadi tanggungjawab kita sebagai muslim. Oleh karena itu kami dari Teladanku membuka kran donasi bagi para muhsinin yang peduli dan mau berbagi bisa datang langsung ke lokasi pondok ataupun kami relawan Teladanku juga siap membantu menyalurkan sedekah para dermawan yang mencintai anak yatim,” kata Denis salah seorang relawan. (*)









