Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita info haji dan umroh

Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Serangan di Bandara Riyadh, Desak Perlindungan Jamaah Umrah

Ahadtimes.id, JAKARTA — Alumni Madinah dan Saudi Arabia mengecam serangan yang dilaporkan menggunakan rudal dan/atau drone terhadap fasilitas sipil di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengancam keselamatan penerbangan sipil.

Ketua Alumni Madinah dan Saudi Arabia, KH Dr. (HC) Bachtiar Nasir, Lc., MM, menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil, terutama bandara internasional yang menjadi jalur perjalanan jamaah umrah, merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan manusia dan prinsip kemanusiaan.

“Keamanan fasilitas publik dan keselamatan manusia di atas segalanya. Serangan terhadap bandara sipil adalah ancaman langsung terhadap ketertiban dunia dan kenyamanan jutaan tamu Allah yang hendak beribadah,” kata Bachtiar Nasir dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mendoakan kesembuhan bagi para korban luka. Alumni Madinah dan Saudi Arabia juga menyatakan solidaritas kepada rakyat dan Kerajaan Arab Saudi dalam menjaga keamanan serta kedaulatan wilayahnya.

Desak Perlindungan WNI dan Jamaah Umrah

Selain mengecam serangan terhadap fasilitas sipil, Alumni Madinah dan Saudi Arabia meminta pemerintah Indonesia meningkatkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) dan jamaah umrah yang berada di Arab Saudi.

Permintaan tersebut ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta Kementerian Haji dan Umrah.

Menurut Bachtiar Nasir, Arab Saudi merupakan salah satu jalur utama perjalanan ibadah umrah bagi masyarakat Indonesia sekaligus tempat tinggal dan bekerja bagi banyak pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, pemantauan situasi keamanan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ia juga meminta agar informasi mengenai kondisi keamanan, perubahan jadwal penerbangan, serta penanganan penumpang yang terdampak disampaikan secara jelas dan tepat waktu.

“Informasi yang jelas dan tepat waktu sangat diperlukan agar jamaah umrah dan WNI dapat memahami perkembangan situasi serta mengambil langkah yang diperlukan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam rilis tersebut.

Serukan Penghormatan terhadap Keselamatan Warga Sipil

Bachtiar Nasir menilai keselamatan warga sipil harus menjadi perhatian utama dalam setiap situasi konflik. Ia mendesak seluruh pihak menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun merusak fasilitas publik.

Alumni Madinah dan Saudi Arabia juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain upaya pencegahan, mereka meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti sengaja menargetkan warga sipil dan fasilitas publik.

Seruan tersebut menempatkan perlindungan masyarakat sipil sebagai salah satu perhatian utama, terutama karena gangguan terhadap bandara internasional dapat berdampak pada keselamatan penumpang dan kelancaran perjalanan masyarakat lintas negara.

Ajak Umat Islam Doakan Keselamatan Tanah Suci

Bachtiar Nasir, yang juga menjabat Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), mengajak umat Islam dan alumni Timur Tengah di Indonesia untuk mendoakan keselamatan Tanah Suci serta perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Kami mendoakan stabilitas dan keamanan segera pulih sepenuhnya di Arab Saudi,” ujarnya.

Ia berharap kawasan Timur Tengah senantiasa diliputi ketenteraman dan perdamaian agar masyarakat, termasuk jamaah umrah dari berbagai negara, dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan melaksanakan ibadah dengan aman.

  • Pernyataan Alumni Madinah dan Saudi Arabia tersebut menegaskan pentingnya perlindungan fasilitas sipil, penguatan langkah perlindungan bagi WNI, serta penyampaian informasi yang akurat kepada jamaah umrah di tengah situasi keamanan yang dilaporkan berkembang di kawasan tersebut.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *