Qudwah Indonesia Resmikan Museum Genosida, Rawat Ingatan Perjuangan Palestina Sejak 1917
Ahadtimes.id, BEKASI — Qudwah Indonesia meresmikan Museum Genosida bertajuk “The Unbreakable Story of Palestine” di kantor pusat Qudwah Indonesia, Bekasi, Rabu (14/10/2026). Museum ini dihadirkan sebagai ruang edukasi dan dokumentasi untuk merawat ingatan tentang perjalanan sejarah serta perjuangan rakyat Palestina, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milad ke-9 Qudwah Indonesia.

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh umat, perwakilan lembaga, dan mitra Qudwah Indonesia. Melalui museum ini, pengunjung diajak melihat rangkaian peristiwa dan kondisi Palestina sejak 1917 hingga saat ini, sekaligus merefleksikan peran masyarakat dalam mendukung perjuangan dan kemanusiaan di Palestina.
Museum diresmikan secara simbolis melalui pembukaan kain hitam yang menutupi piagam peresmian oleh Lukman Hakim, S.ST., Presiden Direktur Qudwah Indonesia; Asep Didi Kurnia, S.E., Pembina Qudwah Indonesia; serta KH Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Presiden Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine. Prosesi diawali dengan doa yang dipimpin H. Ahmad Sugandi, S.H., M.M., M.A., perwakilan MUI Kota Bekasi.

Sudarnoto Abdul Hakim: Jangan Terpengaruh Narasi yang Melemahkan Perjuangan Palestina
Rangkaian peluncuran museum dilengkapi dengan talkshow bertema “The Unbreakable Story of Palestine” yang menghadirkan pembicara dari perspektif keumatan, hubungan internasional, dan aksi kemanusiaan.

KH Prof. Sudarnoto Abdul Hakim membuka diskusi melalui sesi “Palestine and the Conscience of the Ummah”. Ia mengajak masyarakat menjaga keyakinan dan konsistensi dalam membela Palestina, serta tidak terpengaruh narasi yang melemahkan dukungan terhadap perjuangan tersebut.
“Jangan terpengaruh dengan narasi yang melemahkan perjuangan membela Palestina. Yakin, jangan ragu, dan terus produktif! Insya Allah kita akan sampai pada kemenangan,” ujar Sudarnoto.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga kepedulian terhadap Palestina agar tidak berhenti pada simpati, tetapi diwujudkan melalui kegiatan produktif dan dukungan berkelanjutan.
Pizaro Gozali Idrus Bahas Palestina di Tengah Arus Informasi
Sesi berikutnya menghadirkan Pizaro Gozali Idrus, Ph.D. (Cand), pakar hubungan internasional, dengan tema “Understanding Palestine Beyond the Headlines”.

Dalam paparannya, Pizaro menyoroti derasnya arus informasi di media sosial dan kaitannya dengan pemahaman publik mengenai kondisi Palestina. Ia menyampaikan bahwa perkembangan informasi turut memperkuat perhatian terhadap dugaan kejahatan genosida yang dilakukan Israel.
“Banjir arus informasi di sosial media membuat fakta genosida yang dilakukan Israel menjadi tak terbantahkan. Sehingga desakan untuk menangkap Netanyahu, juga muncul dari internal Israel,” kata Pizaro, sebagaimana dikutip dalam rilis Qudwah Indonesia.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai pentingnya memahami persoalan Palestina melampaui pemberitaan singkat dan mengikuti perkembangan informasi secara kritis.
Qudwah Indonesia Dorong Edukasi Menjadi Aksi Kemanusiaan Berkelanjutan
Pada sesi terakhir, Presiden Direktur Qudwah Indonesia Lukman Hakim, S.ST., membawakan tema “From Solidarity to Sustainable Humanitarian Action”. Ia menjelaskan bahwa edukasi Palestina menjadi salah satu fokus Qudwah Indonesia untuk membangun kepedulian masyarakat yang berlandaskan pemahaman.

“Edukasi Palestina menjadi fokus Qudwah Indonesia. Karena kami yakin, semakin kuat edukasi akan timbul keterkaitan emosional yang bisa menggerakkan masyarakat untuk membela Palestina dengan kepedulian dan pemahaman,” ujar Lukman.
Melalui pendekatan tersebut, Qudwah Indonesia berharap masyarakat tidak hanya mengenal Palestina melalui pemberitaan, tetapi juga memahami perjalanan sejarah dan persoalan kemanusiaan yang dihadapi rakyatnya. Pemahaman itu diharapkan mendorong kepedulian yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
Lengkapi Museum dengan Peluncuran Buku Journey to Padang Mahsyar
Acara ditutup dengan peluncuran buku Journey to Padang Mahsyar karya Lukman Hakim, S.ST. Buku tersebut diperkenalkan sebagai pelengkap Museum Genosida sekaligus sarana refleksi mengenai sejauh mana masyarakat telah mengambil peran dalam mendukung Palestina.
Peluncuran buku dan peresmian museum menjadi dua bagian dari rangkaian kegiatan Milad ke-9 Qudwah Indonesia. Keduanya diarahkan untuk memperluas ruang edukasi dan refleksi publik mengenai Palestina, baik melalui dokumentasi sejarah maupun bahan bacaan.
Qudwah Indonesia berharap pesan kemanusiaan tentang Palestina dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia. Kisah yang ditampilkan di museum diharapkan tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga terus hadir dalam ingatan dan mendorong kepedulian terhadap kondisi rakyat Palestina.
Dihadiri Tokoh dan Mitra Berbagai Lembaga
Selain para pembicara, acara Grand Launching Museum Genosida turut dihadiri Dr. KH Oke Setiadi Affendi, M.Sc., Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI; H. Ahmad Sugandi, S.H., M.M., M.A., perwakilan MUI Kota Bekasi; H. Irvan Nugraha, S.H., M.M., CEO Rumah Zakat; serta Ruly Renata, S.Pd., Ketua 3 Bidang Kemitraan JSIT Pusat, bersama tamu undangan lainnya.
Melalui Museum Genosida bertajuk “The Unbreakable Story of Palestine”, Qudwah Indonesia menegaskan pentingnya merawat ingatan sejarah, memperluas edukasi, dan menghubungkan solidaritas dengan aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.









