Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Tausyiah Tokoh

Bachtiar Nasir Sampaikan Pesan Ramadhan dari Bandara Soekarno-Hatta: Ibadah Tak Boleh Musiman

JAKARTA – Dalam sebuah siaran langsung di akun Facebook pribadinya, Bachtiar Nasir menyampaikan pesan mendalam tentang makna ibadah Ramadhan saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (18/3/2026)
Dalam kondisi perjalanan yang tertunda (delay), Bachtiar Nasir justru memanfaatkan waktu untuk berbagi refleksi spiritual kepada para pengikutnya. Ia menegaskan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah tidak boleh terbatas pada momen tertentu, termasuk Ramadhan.
“Ibadah dan agama kita adalah hubungan yang harus selalu hadir dan intens dengan Allah SWT. Rab di bulan Ramadhan adalah Rab kita sepanjang tahun,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Menurutnya, perbedaan antara hamba yang istiqamah dan yang tidak terletak pada konsistensi ibadah setelah Ramadhan. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan Ramadhan sebagai puncak, melainkan sebagai titik awal peningkatan kualitas spiritual.
Bachtiar Nasir juga menyoroti fenomena menurunnya semangat ibadah setelah Ramadhan. Ia menyayangkan jika umat hanya giat bertilawah Al-Qur’an atau beribadah secara intens selama bulan suci saja.
“Betapa menyedihkan jika kita hanya bersemangat di bulan Ramadhan, sementara kesempatan berkomunikasi dengan Allah terbuka sepanjang waktu,” katanya.
Dalam penjelasannya, ia menguraikan bahwa Allah berkomunikasi dengan hamba-Nya melalui berbagai cara, termasuk wahyu. Meski Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan, bukan berarti interaksi spiritual berhenti setelahnya.
Lebih lanjut, Bachtiar Nasir juga menyinggung pentingnya memahami jalan menuju surga, bukan sekadar membayangkan kenikmatannya. Ia mengutip kajian dari ulama yang menekankan bahwa Al-Qur’an dan hadis tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk karakter manusia agar layak menjadi penghuni surga.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahaya sikap menunda-nunda amal (taswif), yang sering menjadi penyakit umat. Ia mengajak untuk bersegera dalam kebaikan sebagaimana perintah dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Ali Imran ayat 133 dan 135.
“Bukan sekadar berjalan menuju kebaikan, tetapi bersegera. Ini yang sering hilang dari kita,” tegasnya.
Menutup siarannya, Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk menjadikan semangat Ramadhan sebagai energi sepanjang tahun, sehingga kehidupan spiritual tetap terjaga dan terus meningkat.
Pesan yang disampaikan di tengah suasana bandara itu pun menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, kesempatan untuk berdakwah dan mengingat Allah selalu terbuka. (RAM)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *