Jakarta, 29 November 2025 – Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara pada pekan keempat November 2025 menelan korban besar. Data BNPB per 28 November 2025 pukul 21.30 WIB mencatat 174 korban meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 luka-luka.
Dampak di Sumatera Barat
Sebanyak 23 orang meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Ribuan warga terdampak di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Infrastruktur rusak termasuk 9 jembatan, 1 bendungan, serta ratusan rumah dan lahan pertanian. BNPB menyalurkan sembako, hygiene kit, kasur lipat, serta mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) mulai 29 November.

Dampak di Aceh
Di Aceh, 35 orang meninggal dan 25 hilang. Wilayah terdampak meliputi Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, hingga Aceh Utara. Banyak jalan nasional dan jembatan putus, listrik lumpuh di Aceh Utara, dan ribuan warga masih terisolasi. BNPB melakukan kaji cepat, distribusi logistik, serta pendataan rumah rusak.

Dampak di Sumatera Utara
Sumatera Utara mencatat korban terbesar: 116 meninggal dan 42 hilang. Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Humbang Hasundutan menjadi wilayah paling parah. BNPB mengerahkan personel bersama TNI/Polri, bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, tenda, serta dukungan alutsista. Teknologi Starlink dipasang di posko pengungsian untuk menjaga komunikasi darurat. Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan dari Bandara Kualanamu dengan 3.200 kg bahan semai.

Penanganan Darurat
BNPB menegaskan koordinasi lintas kementerian, TNI/Polri, dan relawan terus dilakukan. Fokus utama adalah pencarian korban, pemulihan akses, serta distribusi bantuan. Ribuan warga masih mengungsi, sementara curah hujan tinggi diperkirakan berlanjut. ( Sumber : BNPB )









