Jakarta, 8 Juli 2025 — Curah hujan ekstrem selama dua hari terakhir memicu banjir besar di sejumlah wilayah Jabodetabek, khususnya Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya 62 RT di Jakarta dan 21 titik banjir di Tangsel masih tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 140 cm.
Di Tangerang Selatan, wilayah seperti Pondok Maharta dan Taman Mangu menjadi salah satu yang paling terdampak. Sebanyak 200 kepala keluarga terdampak dan 24 jiwa telah dievakuasi ke lokasi pengungsian terdekat. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 140 cm, menghambat akses jalan dan aktivitas warga.
Sementara itu, di Jakarta Selatan dan Timur, kawasan seperti Kuningan Barat, Pela Mampang, Jati Padang, Kampung Melayu, dan Cawang mengalami banjir hingga 120 cm akibat luapan Kali Ciliwung dan Pesanggrahan.
Menurut BPBD DKI Jakarta, banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan, drainase yang tak memadai, serta penurunan muka tanah di sejumlah wilayah. Gubernur DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan siaga banjir dan mempercepat distribusi bantuan logistik.
Sedangkan Bekasi dan Cileduk, masih terdapat genangan tinggi di beberapa titik, warga Bekasi Timur khususnya, bersiap untuk evakuasi jika kondisi memburuk.

Untuk memantau kondisi banjir secara langsung, masyarakat dapat mengakses situs PantauBanjir.jakarta.go.id, aplikasi JAKI, atau melihat update visual melalui CCTV publik milik Pemprov DKI.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk menghindari titik-titik banjir tinggi, memastikan aliran listrik aman, serta siaga menghadapi banjir susulan mengingat potensi hujan masih tinggi selama 48 jam ke depan.









