PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia melalui program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia). Program ini merupakan kerja sama antara BSI dan BSI Maslahat untuk memberdayakan desa-desa yang memiliki potensi sumber daya ekonomi di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, Makassar, 23 Juni 2023.
Salah satu desa yang menjadi binaan BSI adalah Desa Parangbanoa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Desa ini dikembangkan sebagai klaster peternakan sapi potong yang melibatkan 50 peternak dengan total 150 ekor sapi. Selama dua tahun, BSI dan BSI Maslahat memberikan pendampingan kepada para peternak, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas, penguatan keagamaan, hingga pengembangan jaringan pemasaran.
Program Desa BSI di Desa Parangbanoa telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Selain meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian, program ini juga membuka akses perbankan, menyalurkan zakat, dan mendorong kemandirian usaha. Para peternak juga telah naik kelas dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).
Tidak hanya itu, program Desa BSI di Desa Parangbanoa juga siap memasok 150 ekor sapi potong untuk kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Sapi-sapi ini akan didistribusikan ke daerah-daerah Makassar dan sekitarnya dengan harga yang kompetitif.
Direktur Keuangan & Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan bahwa program Desa BSI merupakan salah satu upaya BSI untuk mendorong kemajuan Islamic Ecosystem di Indonesia. Ia menambahkan bahwa BSI fokus mengembangkan desa-desa yang tangguh, berkarakter, dan berkelanjutan.
“Peningkatan ekonomi desa perlu dibangun. Baik dari sisi potensi sumber daya alam desa, keuangan, kelembagaan dan mindset masyarakat sehingga nantinya terbentuk desa yang tangguh, berkarakter dan berkelanjutan”, kata Cahyo.
Sementara itu, Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro mengatakan bahwa program Desa BSI juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, universitas, dan lembaga terkait. Ia berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.
“BSI serius mendorong kemajuan ekonomi umat, salah satunya dengan implementasi nyata peran ekonomi syariah untuk peningkatan taraf hidup mustahik. Melalui pendampingan ini, BSI siap mencetak mustahik untuk naik kelas”, ujar Sukoriyanto.
Hingga saat ini, BSI telah memiliki 13 desa binaan di seluruh Indonesia. Jangka waktu pendampingan hingga tiga tahun, sampai masing-masing kelompok dapat bekerja secara mandiri dan mampu sustain. Adapun kriteria pemilihan desa di antaranya fakir miskin, potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia dan potensi sosial kemasyarakatan.









