Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat, dalam artikelnya di *Middle East Monitor*, menyoroti bahwa Indonesia tidak dapat mengklaim solidaritas terhadap Palestina sambil bermitra dengan BlackRock.
Berita Kemanusiaan Opini Palestina Kini Politik

Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat : Indonesia dan BlackRock: Dilema Moral Solidaritas Palestina

Indonesia selama bertahun-tahun telah dikenal sebagai negara yang vokal dalam mendukung perjuangan Palestina. Namun, belakangan muncul kritik dari berbagai pihak terkait kerja sama Indonesia dengan BlackRock, perusahaan investasi global yang memiliki saham di beberapa industri pertahanan yang terlibat dalam konflik Gaza.

Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat, dalam artikelnya di *Middle East Monitor*, menyoroti bahwa Indonesia tidak dapat mengklaim solidaritas terhadap Palestina sambil bermitra dengan BlackRock.
Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat, dalam artikelnya di Middle East Monitor. 

Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat, dalam artikelnya di Middle East Monitor, menyoroti bahwa Indonesia tidak dapat mengklaim solidaritas terhadap Palestina sambil bermitra dengan BlackRock. Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan yang memiliki investasi di Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX—perusahaan yang memproduksi senjata yang digunakan dalam konflik Palestina—menempatkan Indonesia dalam dilema moral.

Investasi ini melibatkan dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, yang bertujuan untuk mendukung infrastruktur dan pembangunan ekonomi. Namun, hal ini mengundang pertanyaan kritis: apakah keuntungan ekonomi dapat membenarkan kerja sama dengan entitas yang memiliki kaitan dengan konflik bersenjata?

BlackRock sendiri memiliki pengaruh besar dalam industri pertahanan global. Dengan kepemilikan saham di berbagai perusahaan strategis, investasi BlackRock membantu pengembangan teknologi militer yang berkontribusi pada konflik global. Kepemilikan saham mereka di Leonardo, grup pertahanan Italia, menunjukkan bagaimana BlackRock dapat mempengaruhi kebijakan pertahanan suatu negara.

Kritik terhadap kemitraan Indonesia dengan BlackRock mencerminkan pertarungan moral antara kepentingan ekonomi dan solidaritas politik. Bagi pendukung kerja sama ini, investasi asing dianggap sebagai cara untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Namun, bagi mereka yang mendukung Palestina, langkah ini justru memperlemah posisi moral Indonesia sebagai negara yang menolak kolonialisme.

Apakah Indonesia akan mempertimbangkan kembali kemitraan dengan BlackRock, atau justru akan terus mementingkan aspek ekonomi di atas nilai-nilai solidaritas global? Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *