Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Pilih Redam Ketegangan Saat Aksi Demonstrasi Warga
Posted on
Ahadtimes.id, Bekasi –Dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan “Rakyat Kota Bekasi” atau Aliansi Sipil Kota Bekasi, Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menunjukkan sikap kehadiran dan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat pada Rabu, 16 April 2025 lalu.
Tepat pukul 14.58 WIB, Dr. Sardi yang mengenakan seragam safari abu-abu, peci hitam, dan kacamata, berdiri di balik gerbang Gedung DPRD bersama sejumlah anggota dewan dan aparat keamanan. Kehadiran beliau menunjukkan niat baik untuk menyimak secara langsung suara masyarakat.
Namun, dalam situasi yang mulai memanas, ketika salah satu orator aksi menggunakan nada provokatif dan menyebut dirinya “s3tan”, suasana berubah. Ketua DPRD yang dikenal tenang itu memutuskan meninggalkan lokasi aksi untuk menenangkan situasi dan menghindari eskalasi konflik.
“Sebelum saya menyampaikan pakta integritas, izinkan saya berbicara sedikit…tanpa salam..saya adalah s3tan yang kalian laporkan..tapi ingat saya rakyat kalian…kalau saya s3tan, kalian siapa.” ujar orator aksi melalui pengeras suara.
Peserta Demo Aliansi Rakyat Bekasi, Tolak RUU TNI
Melihat potensi kericuhan meningkat akibat narasi provokatif tersebut, Dr. Sardi memilih menuju Masjid DPRD untuk menenangkan diri dan meredam potensi konflik, alih-alih memperbesar ketegangan. Keputusan ini justru mencerminkan kebijaksanaan politik dalam menghadapi massa yang emosional, menurut sejumlah pengamat.
Langkah Bijak Wakil Rakyat
Langkah Dr. Sardi ini kemudian diikuti oleh upaya mediasi yang dijembatani oleh Anggota DPRD Fraksi PKS, Latu Har Hary, yang turun menerima pakta integritas dari peserta aksi.
DPRD Kota Bekasi, sebagai lembaga legislatif daerah, tetap menyatakan terbuka terhadap semua aspirasi masyarakat, namun juga berharap penyampaian aspirasi dilakukan dengan etika dan penghormatan terhadap dialog demokratis.
Sikap tenang dan penuh kendali dari Ketua DPRD Kota Bekasi ini diapresiasi oleh sejumlah pihak sebagai langkah bijak dan elegan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban publik.