Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Dunia event Tokoh

Ibrahim Family Academy Dorong Gerakan Keluarga Qurani, Bachtiar Nasir: Al-Qur’an Harus Jadi Operating System Keluarga

JAKARTA – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H dimanfaatkan Ibrahim Family Academy (IFA) untuk memperkuat gerakan keluarga Qurani di Indonesia. Melalui ajang World Quran Civilization Forum 1448 H bertema “Hijrah Arah Keluarga Qurani, Civilization Begins At Home”, pendiri Ibrahim Family Academy, Bachtiar Nasir, mengajak umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai operating system keluarga guna menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks.

Forum yang berlangsung di Exhibition Hall SMESCO Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026), menjadi titik awal penguatan visi bahwa kebangkitan peradaban Islam harus dimulai dari rumah.

Menurut Bachtiar Nasir, berbagai persoalan bangsa seperti krisis kepemimpinan, kerusakan moral, penyalahgunaan teknologi, pinjaman online hingga narkoba menunjukkan bahwa keluarga tidak lagi bisa diposisikan sebagai objek, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) Memaparkan Materi Hijrah Arah Keluarga Qurani Yang Menjadi Dasar Ibrahim Family Academy di Panggung World Quranic Civilization Forum 1448 H, Exhibition Hall SMESCO Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).

Dari Parenting Menuju Family Movement

Berbeda dengan program parenting pada umumnya, Ibrahim Family Academy mengusung konsep Family Movement atau gerakan keluarga.

Di bawah naungan akademi tersebut, telah dibentuk dua komunitas utama, yakni Komunitas Bunda Hajar untuk para ibu dan Komunitas Ayah Ibrahim untuk para ayah. Kedua komunitas ini dirancang sebagai wadah pembinaan keluarga Muslim yang mampu menghadapi berbagai ancaman terhadap karakter dan moral generasi.

“Ini bukan kelas parenting. Ini adalah family movement,” ujar Bachtiar Nasir dalam wawancara usai forum.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan gerakan keluarga yang kuat untuk menangkal berbagai bentuk serangan moral yang datang melalui teknologi, informasi, dan media sosial.

Al-Qur’an sebagai Operating System Keluarga

Salah satu rekomendasi utama yang dihasilkan dalam forum tersebut adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai operating system keluarga.

Bachtiar Nasir menilai selama ini umat Islam lebih banyak berada pada tahap mencintai dan mengagungkan Al-Qur’an, namun belum sampai menjadikannya sebagai sistem yang mengatur cara berpikir, mengambil keputusan, membangun karakter, dan mengelola kehidupan keluarga.

“Selama ini Al-Qur’an baru menjadi inspirasi, belum menjadi SOP, apalagi operating system dalam kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keluarga Qurani tidak cukup hanya dibangun melalui semangat religius, tetapi membutuhkan sistem pembinaan yang konsisten sehingga nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam keseharian anggota keluarga.

Membangun Peradaban dari Rumah

Tema besar forum tahun ini, Civilization Begins At Home, sejalan dengan visi Ibrahim Family Academy yang meyakini bahwa peradaban besar lahir dari keluarga yang kuat.

Karena itu, IFA tidak hanya menyelenggarakan forum tahunan, tetapi juga menyiapkan sistem pembinaan berkelanjutan melalui grup pendampingan, mutabaah pekanan, follow-up 30 hari, halaqah kecil, serta kalender takwa tahunan yang menjadi panduan keluarga sepanjang tahun.

Model pembinaan tersebut diharapkan mampu mengubah Al-Qur’an dari sekadar bacaan menjadi pedoman hidup yang mengarahkan perilaku, keputusan, dan budaya keluarga Muslim.

Al-Qur’an sebagai Panduan Masa Depan

Selain sebagai operating system, Bachtiar Nasir juga memperkenalkan gagasan bahwa Al-Qur’an dapat menjadi predictive system bagi kehidupan.

Menurutnya, Al-Qur’an memuat pola-pola sebab-akibat yang dapat digunakan untuk memahami perjalanan individu, keluarga, hingga peradaban. Dari kisah bangsa yang runtuh hingga bangsa yang berjaya, seluruhnya memberikan pelajaran yang relevan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui World Quran Civilization Forum 1448 H, Ibrahim Family Academy berharap lahir semakin banyak keluarga yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan, sehingga tercipta generasi yang berakhlak, tangguh, dan mampu menjadi fondasi kebangkitan peradaban Islam di Indonesia.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *