Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita islamofobia Kemanusiaan Palestina Kini

Israel Disebut Bajak Kapal Global Sumud Flotilla, Aktivis dan Jurnalis Indonesia Hilang Kontak

JAKARTA — Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan militer Israel kembali melakukan intersepsi terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Gaza melalui perairan internasional.

Dalam siaran pers darurat yang diterima media, Senin (18/5/2026), disebutkan sedikitnya 11 kapal telah terkonfirmasi dibajak oleh militer Israel di sekitar 250 mil laut dari Gaza.

Kapal-kapal yang disebut telah dibajak di antaranya Amanda, Barbaros, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue, Isobella, Kyriakos X, Tenaz, dan Zio Faster. Sementara dua kapal lain, Jandabar dan Sadabad, masih dicurigai mengalami intersepsi.

“Sampai saat berita ini ditulis, sebelas kapal dari 61 kapal telah dibajak di laut internasional,” demikian pernyataan resmi GPCI.

Infografis ( diolah oleh AI ) Aksi Global Sumud Flotilla dan Kecaman Para Tokoh atas penculikan dan pembajakan aktivis GSF tersebut oleh Israel di perairan internasional .

Jurnalis dan Aktivis Indonesia Masih Dipantau

GPCI menyebut sejumlah warga negara Indonesia yang berada dalam armada tersebut masih dalam pemantauan, termasuk Bambang Noroyono, Ronggo Wirasanu, Hendro Prasetyo, Asad Aras Muhammad, Thoudy Badai Rifanbillah, Herman Budianto, dan R Herubowo.

Salah satu kapal yang dicurigai telah dibajak adalah kapal Joseph yang disebut membawa delegasi Indonesia.

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan misi non-kekerasan yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di tengah blokade Israel.

“Israel telah melanggar hukum internasional dengan melakukan pembajakan terhadap warga sipil yang tidak membawa senjata di perairan internasional,” tulis GPCI dalam siaran persnya.

UBN Desak Diplomasi Darurat Pemerintah RI

Pembina GPCI, Bachtiar Nasir, mendesak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomasi darurat untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dalam armada tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, agar segera mengambil langkah diplomatik darurat,” ujar UBN.

Menurutnya, armada Global Sumud Flotilla merupakan misi sipil kemanusiaan, bukan operasi militer. Karena itu, tindakan pengepungan dan intersepsi terhadap kapal dinilai melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

UBN juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga HAM internasional menekan Israel agar membebaskan seluruh aktivis yang ditahan.

“Jangan biarkan para relawan kemanusiaan menghadapi kekuatan militer tanpa suara pembelaan dari dunia,” katanya.

MUI: Tindakan Israel Sangat Memalukan

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam tindakan Israel yang menghalangi misi kemanusiaan tersebut.

“Atas nama MUI saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla termasuk penculikan wartawan Republika adalah tindakan yang memalukan,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan ketakutan Israel terhadap gerakan solidaritas global untuk Palestina.

Sudarnoto juga mendorong negara-negara pendukung Palestina mengambil langkah diplomatik dan hukum terhadap Israel, termasuk mendesak pemerintah Indonesia melindungi warga negaranya.

Anwar Abbas: Israel Sudah Mencoreng Nilai Kemanusiaan

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, turut mengecam penahanan jurnalis Republika oleh Israel.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk arogansi dan kesombongan Israel yang merasa kuat karena dukungan Amerika Serikat.

“Penahanan terhadap wartawan Republika oleh pihak Israel merupakan cermin dari sebuah arogansi dan kesombongan,” kata Anwar Abbas.

Ia menilai Israel tidak segan melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan, termasuk terhadap para pejuang kemanusiaan.

“Tindakan kejahatan yang dilakukan Israel ini sudah sangat mencoreng nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya.

Anwar Abbas juga menyoroti sikap negara-negara Barat yang dinilai diam terhadap tindakan Israel meski selama ini mengklaim menjunjung tinggi HAM.

Karena itu, ia mendesak masyarakat dunia mengutuk tindakan Israel dan mendorong embargo ekonomi terhadap negara Zionis tersebut.

“Kita meminta masyarakat dan seluruh negara di dunia untuk memblokade dan melakukan embargo ekonomi terhadap negara Zionis tersebut sampai mereka bisa menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” tegasnya.

DPR Minta RI Desak PBB dan AS

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, turut mengecam intersepsi armada Global Sumud Flotilla.

“Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak DK PBB dan AS melobi Israel agar membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut,” katanya.

Politikus Fraksi PKS itu menilai tindakan Israel kontraproduktif terhadap berbagai upaya perdamaian di Timur Tengah.

Menurutnya, dalam kondisi perang sekalipun, misi jurnalistik dan kemanusiaan tetap dilindungi Piagam PBB dan hukum internasional.

Kemlu RI Kecam Intersepsi Israel

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal misi kemanusiaan internasional di sekitar Siprus, Mediterania Timur.

Kemlu RI menyebut telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan bagi WNI yang berada dalam armada tersebut.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujarnya.

PFI Pusat Pantau Keselamatan Pewarta Foto Republika

Sementara itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat menyatakan terus memantau keselamatan pewarta foto Republika, Thoudy Badai, yang dilaporkan hilang kontak saat mengikuti pelayaran kemanusiaan tersebut.

PFI mengaku terus berkomunikasi dengan redaksi Republika dan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi Thoudy dapat tersampaikan secara akurat kepada publik.

“PFI Pusat berkomitmen penuh mengawal keselamatan Thoudy dan siap memberi dukungan dalam bentuk apa pun,” demikian pernyataan PFI.

#enteringalaqsa #indonesiamuslimnetwork

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *