JIC akan menggelar Jakarta Islamic Education Fair 2024: Menguatkan Mutu Pendidikan Agama dan Keagamaan
Ahadtimes – Jakarta, 29 Agustus 2024 – Jakarta Islamic Center (JIC) kembali menggelar Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) 2024 dengan tema “Meningkatkan Pengelolaan dan Menguatkan Mutu Pendidikan Agama dan Keagamaan”. Acara tahunan ini, yang akan berlangsung pada 2-3 September mendatang, diharapkan menjadi ajang penting bagi institusi pendidikan Islam di Jakarta untuk memperkuat mutu dan pengelolaan pendidikan agama.
Dr. Rina Uswathun Hasanah, salah satu narasumber dalam acara Silahturahim Pimpinan PPIJ dengan insan media yang berlangsung di Jakarta Islamic Center, mengungkapkan bahwa JIEF tahun ini akan menghadirkan beberapa tokoh penting, termasuk Prof. K. H. Hamid Fahim Zarkasi dari Universitas Gontor Darussalam dan Dr. Gamal Albinsaid. Kedua tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi magnet bagi peserta yang ingin menambah wawasan tentang pendidikan agama.
Baca Juga : PPIJ Paparkan Program Keumatan dan Rencana Kolaborasi di Semester Pertama 2024
“Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk lomba cerdas cermat untuk siswa SMA dan lomba tahfiz untuk siswa SMP, dengan target peserta masing-masing 50 dan 100 orang,” jelas Dr. Rina. Hingga saat ini, sudah ada 40 sekolah yang mendaftar untuk lomba cerdas cermat dan jumlah pendaftar terus bertambah.
Selain itu, JIEF 2024 juga akan menampilkan kontes robotik yang melibatkan beberapa SMK di Jakarta. Karya-karya robotik terbaik akan dipamerkan di panggung utama, memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan keterampilan teknologi mereka dalam konteks pendidikan Islam.

Dr. Rina juga menyoroti pentingnya peran media dalam membantu mempublikasikan acara ini. “Kami sangat berharap teman-teman media bisa membantu memviralkan kegiatan ini, sehingga lebih banyak peserta yang tertarik untuk ikut serta,” tambahnya.
Acara ini juga menjadi bagian dari upaya JIC dalam memobilisasi dan mendukung pendidikan Islam yang berkualitas di Jakarta. Dr. Rina menekankan bahwa partisipasi sekolah-sekolah dalam acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di wilayah ini.
Selain JIEF, Dr. Rina juga mengungkapkan rencana kegiatan besar lainnya, yaitu Konferensi Internasional Muslimah yang akan diadakan pada bulan November mendatang. Konferensi ini akan mengangkat tema tentang gender, yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam diskusi mengenai peran perempuan dalam pendidikan dan masyarakat.
Dengan berbagai kegiatan dan inisiatif yang akan digelar, Jakarta Islamic Center terus berupaya menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya relevan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.









