Launching Buku “Abah Dahlan: Urat Nadi Perlawanan”, Jejak Perjuangan Sang Penggerak Arus Bawah Diabadikan
Ahadtimes.id, CIKARANG BARAT – Buku biografi “Abah Dahlan: Urat Nadi Perlawanan, Menjaga Nalar Arus Bawah” resmi diluncurkan pada Ahad, 28 Juni 2026, dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Baitul Qur’an, Pondok Pesantren Daarul Fikri, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Peluncuran buku dimulai sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, akademisi, aktivis, hingga masyarakat umum. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Ahmad Syaikhu, bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Buku ini diterbitkan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hidup KH Muhammad Dahlan, yang lebih dikenal sebagai Abah Dahlan, seorang tokoh dakwah sekaligus aktivis yang dikenal konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat dari akar rumput.
Dalam pengantar buku yang ditulis Ustaz Bachtiar Nasir, Abah Dahlan digambarkan sebagai sosok pendidik sekaligus penggerak dakwah yang berhasil membangun lembaga pendidikan meski tidak menempuh pendidikan tinggi.
“Abah Dahlan adalah tokoh dakwah dan pendidik. Keberhasilan beliau membangun Daarul Fikri menjadi bukti konkret dedikasi dan pemikirannya yang melampaui jenjang pendidikan formal,” tulis Bachtiar Nasir dalam kata pengantar buku.
Menjaga Nalar Arus Bawah
Buku “Abah Dahlan: Urat Nadi Perlawanan, Menjaga Nalar Arus Bawah” mengisahkan perjalanan hidup Abah Dahlan yang lahir pada 17 Agustus 1944, tepat setahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di dalam buku dijelaskan, Abah Dahlan dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat bawah dengan kalangan elite perjuangan. Perannya disebut sebagai “urat nadi” yang menghubungkan dua lapisan tersebut sehingga gagasan dan perjuangan rakyat dapat tersampaikan kepada para pengambil kebijakan.
Buku juga mengulas kiprah Abah Dahlan bersama para mantan pejuang dan aktivis, termasuk kedekatannya dengan tokoh-tokoh perjuangan yang lahir dari lingkungan Masyumi. Sosoknya digambarkan sebagai penopang sunyi gerakan perjuangan yang lebih banyak bekerja di balik layar dibanding tampil di garis depan.
Warisan Pemikiran
Selain mendokumentasikan perjalanan hidup, buku ini juga menjadi upaya menjaga warisan pemikiran Abah Dahlan mengenai dakwah, pendidikan, serta pentingnya membangun kekuatan masyarakat dari bawah.
Keberhasilan mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan Daarul Fikri menjadi salah satu bukti nyata kontribusinya dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat gerakan dakwah berbasis pendidikan.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sosok Abah Dahlan kepada generasi muda, sekaligus menginspirasi lahirnya semangat perjuangan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Judul : Abah Dahlan, urat nadi perlawanan menjaga nalar arus bawah
Penulis : Dr. K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA., Dkk ( Putra Alm. Abah Dahlan / K.H. Muhammad Dahlan, Ketua Pembina Qobasat An-Nur Pesantren Daarul Fikri )
Jumlah Halaman : 244 Halaman









