Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Menteri Agama RI bersama anak-anak yatim dalam acara Lebaran Yatim dan Disabilitas
Berita event

Lebaran Yatim dan Disabilitas: Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Jangan Remehkan Penampilan, Bisa Jadi Malaikat

Jakarta – Menteri Agama (Menag) RI, KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan moral yang mendalam dalam acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digelar pada Jumat sore, 4 Juli 2025 di Lobby Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program “Peaceful Muharram” yang digagas oleh Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar bersama anak-anak Yatim di atas panggung acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Jumat (4/7) di Lobby Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar bersama anak-anak Yatim di atas panggung acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Jumat (4/7) di Lobby Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta.

Mengusung tema “Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan”, acara tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian dan inklusi sosial dari Kementerian Agama.

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin mengajak para peserta, khususnya anak-anak, untuk tidak memandang rendah siapa pun berdasarkan penampilan lahiriah. Ia menyampaikan sebuah kisah dari kitab klasik pesantren Irsyadul ‘Ibad, tentang malaikat maut yang datang dalam wujud seorang kakek tua lusuh dan berpenampilan tidak layak di mata manusia.

“Jangan pernah menghina orang tua, anak kecil, apalagi anak yatim. Jangan pula memandang enteng orang yang tampak cacat atau kumuh, karena bisa jadi itu malaikat yang sedang menguji iman kita,” ujar Nasaruddin penuh makna.

Dalam kisah tersebut, seorang raja yang zalim dan sewenang-wenang akhirnya harus menghadapi kematian yang datang dalam bentuk tak terduga. Meski telah menyesal dan memohon ampun, nyawanya tetap dicabut malaikat maut sebagai bentuk keadilan atas kezalimannya terhadap rakyat.

Pesan ini disampaikan Menag dengan gaya bertutur yang hangat dan menggugah, serta mengandung nilai-nilai penting tentang empati, keadilan sosial, dan spiritualitas.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar berbincang bersama siswa SMP penyandang Tuna Wicara
Nasaruddin Umar berbincang bersama siswa SMP penyandang Tuna Wicara (tengah)

Acara ditutup dengan foto dan doa bersama yang dipanjatkan untuk seluruh yatim dan disabilitas, agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Lebaran Yatim ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga ajang pembelajaran akhlak dan kemanusiaan bagi seluruh peserta.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *