Mahasiswa Juga Bisa Berkurban, KH Bachtiar Nasir: Kuncinya Niat dan Perencanaan
JAKARTA — Ibadah kurban kerap dianggap hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kondisi ekonomi mapan. Namun, Pembina AQL Qurban Care, Bachtiar Nasir, menegaskan bahwa mahasiswa pun memiliki peluang besar untuk menjadi muḍaḥḥi (pekurban) selama memiliki niat, strategi, dan kesungguhan dalam mempersiapkannya.
Menurutnya, kurban bukan semata-mata soal jumlah harta, melainkan tentang kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Menjadi muḍaḥḥi bukan soal status sosial, tetapi soal kesungguhan. Mahasiswa yang sederhana pun bisa berqurban jika punya visi dan disiplin,” ujar Bachtiar Nasir dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, langkah pertama yang harus dibangun adalah meluruskan niat. Dalam pandangan ulama, niat menjadi pembeda utama antara aktivitas biasa dengan ibadah yang bernilai di sisi Allah.
Bachtiar Nasir mengutip penjelasan Al-Qarāfi yang menyatakan bahwa sebuah penghormatan atau pengagungan tidak akan bermakna tanpa niat yang benar kepada pihak yang dimaksudkan.
Selain niat, mahasiswa juga dianjurkan mulai menabung secara konsisten sejak jauh hari. Menurutnya, nominal kecil yang dikumpulkan secara rutin akan terasa ringan dibandingkan menyiapkan dana besar dalam waktu singkat.
“Jika belum mampu membeli hewan sendiri, mulailah menyisihkan uang harian atau mingguan secara istiqamah,” katanya.
Ia juga menyoroti peluang besar melalui sistem patungan kurban. Dalam syariat Islam, satu ekor sapi diperbolehkan untuk tujuh orang, sehingga mahasiswa dapat berbagi biaya bersama teman atau komunitas.
“Dengan berbagi biaya, beban menjadi ringan, tetapi pahala tetap besar. Ini juga melatih semangat kebersamaan dalam ibadah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bachtiar Nasir mengingatkan agar mahasiswa mampu mengelola prioritas keuangan. Gaya hidup konsumtif seperti nongkrong berlebihan, belanja impulsif, atau hiburan yang tidak perlu sering kali menjadi penghalang seseorang untuk berkurban.
“Kurban mengajarkan prioritas, yaitu mendahulukan akhirat daripada kesenangan sesaat,” tuturnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mencari peluang tambahan penghasilan melalui pekerjaan lepas, usaha kecil-kecilan, atau proyek sampingan sebagai jalan menuju ibadah kurban.
Menurutnya, ketika niat untuk beribadah sudah kuat, Allah sering membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
“Pada akhirnya, kurban bukan hanya soal uang, tapi tentang pengorbanan dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Bachtiar Nasir menambahkan bahwa usaha keras untuk dapat berkurban juga memiliki nilai ibadah tersendiri. Karena itu, mahasiswa tidak perlu menunggu mapan untuk mulai menyiapkan diri menjadi pekurban.
“Kurban bukan menunggu mampu, tetapi bagaimana kita berusaha untuk mampu demi mendekat kepada Allah,” pungkasnya.
Sumber kajian ini merujuk pada kitab Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah dan Al-Ummniyyah fī Idrākin Niyyah.
==============
🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas
Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org









