KH Bachtiar Nasir: Pahala Kurban Tak Diukur dari Banyaknya Bulu, tetapi Ketakwaan Hati
JAKARTA — Pembina AQL Qurban Care, Bachtiar Nasir, mengingatkan umat Islam agar tidak memandang ibadah kurban hanya dari sisi fisik dan hitungan materi semata. Menurutnya, esensi terbesar dari kurban justru terletak pada ketakwaan dan keikhlasan hati seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hal tersebut disampaikan Bachtiar Nasir saat menjelaskan makna sebuah hadis yang menyebutkan pahala pada setiap helai bulu hewan kurban.
Dalam hadis tersebut, para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengenai makna ibadah kurban. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa kurban merupakan sunnah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan pada setiap helai bulu hewan kurban terdapat satu kebaikan.
“Mereka bertanya lagi tentang bulu wol, lalu Rasulullah menjawab bahwa pada setiap helai bulu wol juga ada satu kebaikan,” ujar Bachtiar Nasir dalam keterangannya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa para ulama hadis seperti aż-Żahabi menilai riwayat tersebut berstatus lemah bahkan sangat lemah (ḍa‘īf jiddan), meski hadis itu diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disebut pula dalam Al-Mustadrak karya Al-Ḥākim an-Naisāburi.
Menurut Bachtiar Nasir, umat Islam tidak perlu terpaku pada hitungan lahiriah semata, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan penjelasan yang lebih mendasar dalam Al-Qur’an.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ḥajj ayat 37:
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.”
Ayat tersebut, kata dia, menjadi penegasan bahwa Allah tidak melihat besarnya hewan atau banyaknya bagian kurban, melainkan kualitas hati dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.

“Pahala kurban bukan sesuatu yang selalu tampak atau terukur. Ia tersembunyi dalam niat dan tumbuh dalam keikhlasan,” katanya.
Ia menjelaskan, seseorang mungkin berkurban dengan hewan terbaik, tetapi hatinya dipenuhi riya atau kelalaian. Sebaliknya, ada orang yang berkurban secara sederhana namun dilakukan dengan penuh ketundukan kepada Allah.
“Di mata manusia tampak berbeda, tetapi di sisi Allah bisa jadi terbalik nilainya,” ujar alumnus Universitas Islam Madinah tersebut.
Bachtiar Nasir menambahkan bahwa jejak kebaikan dalam ibadah kurban tidak hanya terlihat dari proses penyembelihan, tetapi juga dari kejujuran saat memilih hewan, keikhlasan ketika memberi, dan harapan tulus agar amal diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Yang sampai kepada Allah bukan daging dan darah, tetapi hati yang bertakwa,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperbaiki kualitas batin, bukan sekadar menjalankan ritual tahunan.
“Semakin dalam ketakwaan seseorang, semakin luas pula pahala yang Allah siapkan, meski tidak terlihat oleh mata manusia,” pungkasnya.
============
🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas
Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org









