“No Camera on Blood”, Bachtiar Nasir Ingatkan Etika Merekam Kurban di Media Sosial
Fenomena merekam dan mengunggah proses penyembelihan hewan kurban ke media sosial semakin marak setiap momentum Idul Adha. Namun, di balik semangat syiar tersebut, terdapat etika penting yang kerap terabaikan, khususnya terkait visualisasi darah dan penderitaan hewan.
Pembina AQL Qurban Care, KH Bachtiar Nasir, mengingatkan bahwa syiar kurban seharusnya tidak berubah menjadi eksploitasi visual demi kebutuhan konten digital.
“Ada batas halus antara menyebarkan inspirasi dengan mengeksploitasi momen kematian makhluk hidup,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, inti dari ibadah kurban adalah ketakwaan hati dan kepedulian sosial, bukan pertunjukan visual berdarah yang dapat memicu rasa takut atau citra negatif terhadap Islam.
Ia menilai tayangan darah yang mengalir deras atau hewan yang meronta saat disembelih justru berpotensi menghadirkan persepsi bahwa kurban adalah ritual yang keras dan tidak manusiawi.
“Padahal, Islam sangat menekankan ketenangan dan penghormatan dalam proses penyembelihan,” jelasnya.
Karena itu, ia mengusulkan prinsip “No Camera on Blood”, yakni menghindari pengambilan gambar yang berfokus pada darah atau penderitaan hewan.
Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan lebih menampilkan sisi positif dari ibadah kurban, seperti kebersamaan warga, proses gotong royong, serta kebahagiaan para penerima manfaat.
“Esensi kurban adalah melapangkan beban sesama, bukan menghadirkan kegaduhan visual,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sensitivitas audiens di ruang digital yang sangat beragam. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk melihat visual penyembelihan secara vulgar.
Menurutnya, menjaga adab kamera di lokasi penyembelihan merupakan bentuk penghormatan terhadap hewan kurban sekaligus upaya menjaga marwah syariat Islam.
“Media sosial seharusnya menjadi alat syiar yang elegan, santun, dan penuh empati,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa menghindari dokumentasi yang eksploitatif merupakan bagian dari implementasi nilai ihsan dalam era digital.
“Kurban adalah tentang pengorbanan dan ketakwaan, bukan tontonan yang kehilangan rasa kemanusiaan,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mendokumentasikan momen Idul Adha, dengan menonjolkan pesan kedermawanan dan kepedulian sosial dibandingkan sensasi visual.
“Biarkan ketakwaan menjadi satu-satunya yang sampai kepada Allah,” tutupnya.
(Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: Ḥikmah al-Masyrūiyyah).
===========
🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas
Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org









