Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Santri-santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sedang melakukan kegiatan belajar mengajar
Berita Pendidikan

Ponpes Nuu Waar AFKN Bekasi: Memadukan Tiga Kurikulum untuk Menyongsong Masa Depan Berkualitas

Ahadtimes.id – Bekasi, Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi pusat pembelajaran unik dengan mengimplementasikan tiga kurikulum sekaligus. Dengan memadukan kurikulum Kementerian Agama, kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta kurikulum pesantren, Ponpes Nuu Waar menekankan keunggulan yang menciptakan lulusan berdaya saing tinggi.

Mudir Ponpes Nuu Waar, Ustaz Abdul Kholiq SQ, menjelaskan bahwa kurikulum pesantren bertujuan untuk memperkuat karakter khas Pesantren Nuu Waar. Ketika seorang santri lulus, mereka tidak hanya menerima satu ijazah, melainkan tiga ijazah sebagai bukti keberhasilan mereka menempuh pembelajaran yang komprehensif.

Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), Ponpes Nuu Waar menggunakan metode halaqah, kelas, dan training. Metode halaqah digunakan untuk pembelajaran Alquran dan Hadits, metode kelas untuk materi umum, dan metode training untuk peningkatan keterampilan.

Ustaz Kholiq menekankan pentingnya training bagi para guru dan santri. Training guru berkaitan dengan keahlian mengajar Alquran, motivasi, dan disiplin, dengan pemateri berlatar belakang pendidikan yang unggul.

“Guru pesantren harus sabar dan memiliki kemampuan yang mumpuni. Mereka adalah pembimbing yang bersama santri selama 24 jam, membentuk karakter dan mengarahkan santri menuju keunggulan,” ungkap Ustaz Kholiq.

 

Baca Juga :
Ini dia Guru Muda Ponpes Nuu Waar AFKN dari generasi gen z

Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN telah berhasil meluluskan 6000 santri

 

Ponpes Nuu Waar juga secara rutin menyelenggarakan training bahasa Arab, cara membaca kitab, cara menerjemahkan Alquran, serta training kepemimpinan dan disiplin. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa santri tidak hanya memiliki keahlian akademis tetapi juga memiliki keterampilan lain yang mendukung perkembangan pribadi dan kemasyarakatan.

Ponpes ini terkenal sebagai lembaga pendidikan yang tidak memungut biaya pendidikan dari santrinya. Semua kebutuhan, mulai dari SPP hingga makanan, disediakan berkat dukungan dan bantuan umat.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendukung pendidikan generasi muda dari Indonesia Timur. Setelah lulus, santri ini akan kembali ke kampung halamannya, membawa ilmu pengetahuan dan semangat membangun,” ujar Kiai Fadzlan, pendiri Ponpes Nuu Waar.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *