Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Global Peace Convoi Indonesia
Berita Kemanusiaan Palestina Kini

Global Peace Convoy Indonesia Serahkan Kursi Peserta Demi Sukseskan Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza

Tunis, 12 September 2025 – Delegasi Global Peace Convoy (GPC) Indonesia resmi bergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), misi maritim kemanusiaan terbesar dalam sejarah dengan lebih dari 1.000 peserta dari 47 negara dan sekitar 80 kapal. Misi ini bertujuan menembus blokade Gaza, membuka jalur kemanusiaan, serta menggugah kesadaran dunia terhadap genosida yang terjadi di Palestina.

Selama hampir dua pekan di Tunisia, GPC Indonesia aktif mengikuti pelatihan, koordinasi lintas negara, dan persiapan teknis. Namun, misi besar ini tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kapal yang belum layak berlayar, kerusakan akibat cuaca ekstrem, hingga keterbatasan armada yang tidak sebanding dengan jumlah peserta.

Dalam situasi ini, GPC Indonesia menunjukkan sikap solidaritas dengan memberikan jatah kursi pesertanya untuk delegasi internasional lain. Keputusan tersebut diapresiasi oleh Steering Committee GSF. Melanie Schweizer, perwakilan SC GSF, menulis: “Indonesian delegation are being great examples of people understanding of mission. They made generous monetary contribution and are campaigning at home and abroad to make it successful and cede their 30 to make place for everyone else.”

Melanie Schweizer
Global Movement to Gaza, Germany

Dukungan nyata Indonesia dalam misi kemanusiaan ini meliputi:

  • Mengirimkan 30 anak bangsa terbaik untuk siap ikut serta dalam misi berisiko tinggi.

  • Menyumbangkan lima kapal untuk armada GSF.

  • Menyediakan bantuan akomodasi bagi peserta internasional di Tunisia.

Sejak awal, misi GPC Indonesia sejalan dengan GSF, yaitu:

  1. Menembus blokade Gaza dan membuka koridor kemanusiaan.

  2. Menggugah kesadaran dunia terhadap genosida bangsa Palestina.

Meski belum berlayar menuju Gaza, GPC Indonesia menilai keterlibatan masif dunia dalam flotilla ini sudah memenuhi salah satu misi utama: menggugah kesadaran global. Delegasi Indonesia kini bersiap kembali ke tanah air untuk merancang langkah selanjutnya secara lebih serius, profesional, dan terencana.

Tim GPC Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Tunisia atas dukungan, pengamanan, dan fasilitas yang diberikan. Mereka menegaskan bahwa perjuangan membuka blokade Gaza adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran, strategi, dan kolaborasi berkelanjutan.

“Tidak ada kemerdekaan bagi dunia sebelum Palestina merdeka,” tegas pernyataan GPC Indonesia.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *