Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita

Guru Muda, Ozi Khoerudin: Membimbing Generasi Z dalam Menjaga dan Menghafal Alquran

Ozi Khoerudin, seorang pria berusia 19 tahun, muncul sebagai figur inspiratif dalam dunia pendidikan di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Meski masih tergolong generasi Z, Ozi bukan hanya seorang santri, tetapi juga seorang guru tahfiz Quran di pondok pesantren tersebut.

 

Hafal Alquran 30 juz sejak usia 17 tahun, Ozi membagikan kisah suksesnya dalam menghafal Alquran. Menurutnya, kunci pertama adalah memperbaiki dan melancarkan bacaan Alquran. “Belajar Quran, biar bacanya lancar. Kalau sudah lancar, baru mudah menghafal. Jadi kalau belum lancar membaca bakal terhambat,” ujar Ozi.

 

Ozi juga menekankan pentingnya kesabaran saat menghafal Alquran. Ia mengungkapkan bahwa kesabaran merupakan elemen krusial agar tidak mudah putus asa dan menyerah. Untuk menjaga hafalan, Ozi rutin melakukan murajaah sendiri setiap setelah shalat lima waktu. “Biasanya setiap shalat lima waktu saya murajaah sendiri, bisa satu juz,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN telah berhasil meluluskan 6000 santri

Ponpes Nuu Waar AFKN Bekasi: Memadukan Tiga Kurikulum untuk Menyongsong Masa Depan Berkualitas

 

Sebagai imam shalat terawih saat Ramadhan, Ozi menjelaskan bahwa menjadi imam shalat adalah salah satu cara efektif untuk menjaga hafalan. Ia juga terbiasa menggulang hafalan Alquran setiap shalat tahajud.

 

Keberhasilan Ozi tidak hanya berhenti pada dirinya sendiri, tetapi ia juga mentransfer metode yang sama kepada para santri di Ponpes Nuu Waar. Sebagai guru dan teman diskusi, Ozi memberikan semangat dan motivasi kepada para santri yang sebagian besar berusia 15 hingga 17 tahun.

 

Program Hafiz Gen Z di Ponpes Nuu Waar, yang didirikan oleh KH MZ. Fadzlan R Garamatan, berhasil mencetak guru-guru ngaji hafiz 30 juz. Dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik setiap santri, program ini telah melibatkan 60 santri dengan usia mulai dari SD hingga SMA.

 

Ustaz Abdul Kholiq, SQ, Mudir Ponpes Nuu Waar, menyebutkan bahwa terdapat 14 metode yang diimplementasikan untuk memastikan kesuksesan program Takhassus Quran ini. “Setiap santri biasanya berbeda metode. Ada yang cocok dengan metode A, tetapi ada juga yang cocok dengan metode B. Tergantung improvisasi mentor,” ungkap Ustaz Kholiq.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *