Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita Kemanusiaan

Qurban Pertama Hadir di Kampung Terapung Kuta Beringin, Sambung Harapan di Tengah Keterbatasan

Subulussalam, Aceh — Di tengah kegelapan subuh dan gemuruh Sungai Laysoraya, seekor sapi qurban akhirnya tiba di Kampung Kuta Beringin, Kecamatan Rundeng. Bukan perkara mudah, sebab akses ke kampung ini hanya bisa ditempuh lewat jalan kecil sejauh lebih dari satu kilometer atau menumpang robin—perahu kecil khas warga bantaran sungai. Namun untuk ukuran sapi, robin terlalu sempit, dan menuntunnya lewat darat cukup berisiko.

Kampung kecil yang dihuni 40 kepala keluarga ini hidup dalam keterbatasan. Rumah-rumah panggung dari kayu kerap tergenang banjir saat sungai naik. Untuk buang air atau berwudlu, warga hanya bergantung pada MCK yang terapung di tepi sungai, berdampingan dengan perahu-perahu kecil mereka.

“Kalau air naik, robin bisa sampai ke depan rumah,” ujar Pak Sukardi, salah satu warga yang menunjukkan bekas genangan banjir di dinding pintu rumahnya.

Mayoritas warga menggantungkan hidup pada sawit dan robin. Mereka menjadi petani atau buruh kebun sawit, dan robin adalah satu-satunya moda transportasi untuk aktivitas harian, termasuk mengantar anak sekolah ke kampung sebelah karena sekolah di Kuta Beringin hanya sampai tingkat dasar.

Listrik pun belum merata. Hanya beberapa titik yang mendapat sambungan, termasuk rumah kepala desa, masjid, dan satu-dua sudut lain. Sementara air bersih, hingga kini masih menjadi harapan besar. Warga mandi, mencuci, dan buang air di tepi sungai yang dibuat seadanya dengan papan-papan kayu.

Kampung ini tak pernah merasakan qurban sebelumnya. Namun tahun ini, untuk pertama kalinya Laznas Dewan Dakwah hadir membawa sapi qurban sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terpinggirkan.

“Sapi akhirnya disembelih di kampung sebelah, lalu potongannya diangkut dengan robin ke sini,” ujar salah satu relawan yang mendampingi distribusi qurban.

Hadirnya qurban menjadi harapan baru. Lebih dari sekadar daging, ini adalah pengakuan bahwa mereka ada. Kampung ini tidak boleh dilupakan.

Laznas Dewan Dakwah juga membuka peluang pembangunan jangka panjang di Kuta Beringin melalui program-program seperti sumur air bersih, fasilitas MCK yang layak, tempat wudlu, dan beasiswa pendidikan untuk anak-anak. Sebuah langkah kecil yang bisa menyalakan harapan besar di kampung kecil ini.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *