Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

salah satu Korban Genosida yang di lalukan oleh Israel saat idul fitri di Gaza
Berita Kemanusiaan Palestina Kini

Serangan Israel di Gaza Berlanjut Saat Idul Fitri, Puluhan Warga Palestina Tewas

Gaza – Serangan udara Israel terus menghantam Jalur Gaza pada hari pertama Idul Fitri, menewaskan puluhan warga sipil. Di tengah perayaan hari raya yang seharusnya penuh kebahagiaan, warga Palestina justru menghadapi gempuran yang semakin intensif, terutama di wilayah Rafah dan Khan Younis.

Pada Minggu dini hari, beberapa serangan udara Israel menghantam tenda-tenda dan rumah warga Palestina yang tengah merayakan Idul Fitri. Menurut sumber medis, sedikitnya 35 orang tewas akibat serangan tersebut.

Kondisi Kemanusiaan Gaza Memburuk

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan setelah Israel menghentikan pengiriman bantuan sejak awal Maret 2025. Kekurangan makanan menjadi krisis utama yang dihadapi warga. Hind Khoudary, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Deir el-Balah, mengungkapkan bahwa banyak keluarga tidak bisa mendapatkan satu kali makan pun di hari Idul Fitri.

“Warga Palestina seharusnya berbuka puasa dengan makanan yang sangat enak untuk Idul Fitri, tetapi hari ini mereka tidak dapat memperoleh satu kali makan pun – situasi di Gaza sungguh menyedihkan,” ujar Khoudary.

Harga pangan yang melonjak tinggi membuat para orang tua kesulitan untuk memberi makan keluarga mereka. Menurut laporan, kelangkaan bahan makanan membuat bertahan hidup menjadi tantangan yang semakin berat.

Baca : KH. Bachtiar Nasir Serukan Dukungan Dukungan Pada Palestina di Malam Takbiran

Netanyahu Perketat Tekanan terhadap Hamas

Di tengah serangan yang masih berlangsung, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan tuntutannya agar Hamas melucuti senjata dan para pemimpinnya meninggalkan Gaza. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Israel akan mengurangi tekanan militernya, meski putaran baru perundingan gencatan senjata tengah berlangsung.

Serangan terhadap Tim Medis Palestina

Di sisi lain, laporan dari Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengungkapkan temuan jenazah 15 pekerja medis di Rafah yang menjadi korban serangan Israel pekan lalu. Sanad, kantor pemeriksa fakta Al Jazeera, juga memperoleh citra satelit eksklusif yang menunjukkan bahwa setidaknya lima kendaraan penyelamat telah dihancurkan oleh serangan tersebut.

PRCS mengecam tindakan militer Israel yang menargetkan tenaga medis, menyebutnya sebagai kejahatan perang. “Ini bukan hanya tragedi bagi kami, tetapi juga bagi kemanusiaan secara keseluruhan,” tegas PRCS dalam pernyataan resminya.

Serangan yang terjadi di hari suci umat Islam ini semakin memperburuk kondisi rakyat Palestina di Gaza. Sementara itu, dunia internasional terus menyerukan gencatan senjata segera untuk menghentikan eskalasi kekerasan yang semakin brutal. (Sumber : aljazeera.com)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *