Sukamta Kecam Israel Cegat Global Sumud Flotilla, Desak Pemerintah RI Ambil Langkah Nyata
Jakarta — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras tindakan pasukan Israel yang mencegat 14 kapal Global Sumud Flotilla (GSF) serta menangkap 223 aktivis internasional dari 37 negara yang sedang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Meski demikian, masih ada sekitar 23 kapal lain yang dilaporkan berhasil melanjutkan pelayaran.
“Misi Global Sumud Flotilla adalah misi kemanusiaan, wujud solidaritas masyarakat dunia untuk membantu warga Gaza yang mengalami genosida. Saat ini kondisi mereka sangat buruk karena hampir dua tahun hidup tanpa makanan, minuman, maupun tempat tinggal. Israel terus melakukan blokade bantuan, bahkan rumah sakit, tenaga medis, dan petugas kemanusiaan menjadi sasaran serangan. Dalam sejarah modern, di semua zona konflik, bantuan kemanusiaan selalu dilindungi, tapi ini tidak terjadi di Palestina. Israel terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional dan menghina nilai-nilai kemanusiaan. Ini tindakan sangat keji,” tegas Sukamta, Kamis (2/10).
Ia mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah nyata bersama negara-negara lain untuk menekan Israel agar membuka blokade dan mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.
“Para pemimpin dunia tidak boleh membiarkan arogansi sebuah negara menginjak-injak nilai kemanusiaan. Ini sangat berbahaya dan merusak tatanan perdamaian dunia. Tekanan diplomatik, ekonomi, hingga militer harus dilakukan. Saya berharap negara-negara yang memiliki hubungan dengan Israel segera memutuskan hubungan diplomatik, memberlakukan embargo ekonomi, serta menghentikan bantuan militer. Itu langkah nyata untuk memberi tekanan lebih kuat kepada Israel,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi PKS tersebut mendorong agar pemerintah Indonesia terus menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina, termasuk opsi pengiriman melalui jalur udara sebagaimana pernah dilakukan sebelumnya.
“Opsi jalur udara mungkin saat ini yang paling memungkinkan. Saya berharap pemerintah Indonesia bersama negara-negara OKI terus berusaha mengirimkan bantuan dengan berbagai cara, mengingat situasi kritis yang dihadapi warga Gaza,” tutupnya.








