Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi memasuki tahap baru. Berdasarkan pengundian nomor urut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi pada Senin (23/9/2024), pasangan Heri Koswara – Sholihin mendapatkan nomor urut 01, Uu Saiful Mikdar – Nurul Sumarhaeni di nomor urut 02, dan Tri Adhianto – Harris Bobihoe di nomor urut 03.
Masyarakat Kota Bekasi kini bersiap mencermati pilihan mereka untuk menentukan siapa yang layak memimpin kota ini. Dalam momentum penting ini, Ustaz Abu Deedat, seorang ulama dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih pemimpin.
Menurut Ustaz Abu Deedat, Islam telah memberikan panduan jelas tentang kriteria pemimpin yang baik, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 124. Ayat tersebut menggambarkan Allah yang berjanji menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin karena keberhasilannya melewati berbagai ujian dan karena ia tidak zalim.
“Calon pemimpin harus diuji terlebih dahulu dari berbagai sisi, kemudian pilih pemimpin yang tidak zalim,” ujar Ustaz Abu Deedat saat dihubungi pada Selasa (24/9/2024). Ia menekankan bahwa rekam jejak para calon harus menjadi salah satu acuan utama dalam memilih pemimpin, terutama dalam hal keterlibatan dalam kasus korupsi.
“Pemimpin yang tidak tersandera dengan urusan korupsi akan mampu menjalankan amanah tanpa terganggu. Karena tidak ada beban,” tambahnya.
Ustaz Abu Deedat juga menjelaskan empat kriteria utama dalam Islam untuk memilih pemimpin, yaitu jujur, amanah, cerdas, dan tablig. Menurutnya, masyarakat Kota Bekasi sudah semakin cerdas dalam memilih pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut.
“Tanda orang munafik adalah jika ia berbicara, ia berdusta. Jika berjanji, ia mengingkari. Jika diberi amanat, ia khianat. Dan jika berkompetisi, ia curang,” ujar Ustaz Abu Deedat mengingatkan.
Di akhir pesannya, Ustaz Abu Deedat berharap Kota Bekasi akan dipimpin oleh wali kota dan wakil wali kota terbaik. “Jika pemimpin baik, maka Allah akan memberikan keberkahan,” tegasnya.









