Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita event

Wali Kota Bekasi Teken PKS PSEL, Tri Adhianto Targetkan Sampah Jadi Energi Rampung 2027

Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mengatasi persoalan sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (21/4/2026), sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pengembangan dan Pengelola (BUPP).

Tri Adhianto mengungkapkan, Pemkot Bekasi telah menggandeng mitra dari China untuk membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi insinerator yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

“Kami bekerja sama dengan mitra dari China untuk memulai pembangunan pengolahan sampah menjadi energi. Kewajiban pemerintah daerah seperti penyiapan lahan, akses jalan, dan infrastruktur pendukung akan kami penuhi,” ujarnya.

Target Rampung 20 Bulan, Warga Tak Lagi Khawatir Sampah

Proyek PSEL ini ditargetkan rampung dalam waktu 20 bulan atau sekitar 1 tahun 8 bulan. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas ini diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028.

Tri optimistis, kehadiran PSEL akan menjadi solusi permanen atas persoalan sampah di Kota Bekasi.

“Mudah-mudahan akhir 2027 atau awal 2028 sudah selesai, dan warga tidak lagi menganggap sampah sebagai persoalan yang menakutkan,” katanya.

Kapasitas Capai 1.500 Ton per Hari

Saat ini, volume sampah di Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Sementara fasilitas PSEL yang akan dibangun memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.400 hingga 1.500 ton per hari.

Sisa sampah sekitar 300 ton akan ditangani melalui pengelolaan berbasis sumber, seperti di rumah tangga, sekolah, dan perkantoran, sesuai arahan pemerintah pusat.

Adopsi Teknologi Internasional

Tri Adhianto juga menyampaikan keyakinannya terhadap keberhasilan proyek ini, mengingat teknologi yang digunakan telah diterapkan di berbagai negara seperti China dan Vietnam.

Menurutnya, karakteristik sampah di Bekasi serupa dengan di negara tersebut, sehingga teknologi insinerator dapat langsung diaplikasikan tanpa perlu proses pemilahan yang kompleks.

“Saya optimis karena teknologinya sudah terbukti. Sampah kita mirip dengan di China, langsung masuk insinerator untuk dibakar,” tegasnya.

Menuju Kota Bersih dan Berkelanjutan

Dengan hadirnya PSEL, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi menuju kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga mampu memanfaatkan limbah sebagai sumber energi alternatif.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *