AHADTIMES.ID – Puluhan ton lumpur pascabanjir di Kota Bekasi yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu kini memicu permasalahan baru. Pasalnya, kapasitas TPA Sumur Batu sudah penuh (overload), sehingga campuran sampah dan lumpur yang menggunung berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Alimudin, mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menyebabkan longsor dan hanyutnya sampah serta lumpur ke Kali Asem, yang kemudian mengalir ke Kali Jambe di wilayah Mustikajaya dan sekitarnya. “Jika ini terjadi, banjir bisa kembali melanda permukiman warga,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, jika tumpukan sampah tidak segera dirapikan, sementara curah hujan masih tinggi, maka beberapa kawasan berisiko terdampak banjir susulan, terutama di wilayah lintasan Kali Asem dan Kali Jambe. Beberapa perumahan yang berpotensi terkena dampak antara lain BTR 3, Zamrud, Graha Harapan, Bumiyagara, Mutiara Gading Timur, dan Dukuh Bima.
Desakan untuk Dinas Kebersihan
Sebagai Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Alimudin meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi untuk segera menangani masalah ini.
“DLH telah mengangkut 11.554 ton lumpur dan sampah dengan 785 ritase dari delapan kecamatan terdampak banjir, dan telah dibuang ke TPA Sumur Batu,” jelasnya.
Namun, dengan kondisi TPA yang sudah penuh, ia mendesak pemerintah segera mencari solusi agar tumpukan sampah dan lumpur tidak semakin membahayakan lingkungan.
“Jika tidak segera ditangani, Kota Bekasi bisa menghadapi ancaman bencana baru berupa longsor dan banjir susulan, yang akan semakin merugikan masyarakat,” pungkasnya.









