Ahmad Syaikhu – Ilham Habibie Tekankan Kolaborasi dan Digitalisasi untuk Kemajuan Jawa Barat dalam Debat Perdana Pilgub
Ahadtimes – Dalam debat publik perdana Pilgub Jawa Barat yang disiarkan langsung oleh tvOne pada Selasa (19.00 WIB), pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie, memaparkan visi misi mereka yang menekankan kolaborasi dan digitalisasi untuk mencapai masyarakat Jawa Barat yang sejahtera dan berdaya saing global. Debat dengan tema “Membangun Jawa Barat Menuju Masyarakat Digital yang Sejahtera dan Berdaya Saing Global” ini diikuti oleh empat pasangan calon, termasuk pasangan Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina (nomor urut 1), Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja (nomor urut 2), serta Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (nomor urut 4).
Visi Misi Pasangan ASIH: Kolaborasi untuk Jawa Barat Emas
Ahmad Syaikhu, yang berasal dari Cirebon, menjelaskan visi misi pasangan ASIH (Syaikhu-Ilham), yakni “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh” sebagai wujud kolaborasi dalam membangun Jawa Barat yang lebih baik. “Kami ingin membangun Jawa Barat dengan prinsip kolaborasi, termasuk dengan pemerintah pusat, sehingga kemajuan Jawa Barat dapat menjadi pijakan menuju Indonesia Emas. Kolaborasi ini akan dilakukan tegak lurus dengan pemerintahan Prabowo Subianto,” ungkap Syaikhu.
Pasangannya, Ilham Habibie, menambahkan pentingnya nilai-nilai yang diwariskan oleh ayahnya, Presiden RI ke-3, BJ Habibie, dengan simbolisasi dua jam tangan yang dikenakannya. “Yang kiri mengenang ayah saya, sementara yang kanan adalah teknologi, melambangkan iman dan kemajuan teknologi dalam membangun Jawa Barat,” kata Ilham.
Penanganan TBC dengan Kasih Sayang dan Revitalisasi Posyandu
Terkait dengan upaya penanganan penyakit TBC, Syaikhu menekankan pendekatan dengan kasih sayang. Menurutnya, penanganan TBC harus dilakukan secara inklusif dan suportif, termasuk melalui revitalisasi Posyandu untuk deteksi dini. “Kader Posyandu perlu diberi insentif lebih agar dapat fokus pada penanganan TBC. Kami percaya, kasih sayang serta peningkatan kualitas layanan di Posyandu dapat menjadi solusi,” jelasnya.
Strategi Integrasi SPBE untuk Layanan Publik
Menanggapi tantangan dalam integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Syaikhu menegaskan pentingnya keterbukaan dan pengurangan ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menyatakan, “Sistem yang terintegrasi antara OPD perlu diwujudkan untuk memperbaiki layanan publik. Pentingnya berbagi data dan eliminasi hambatan ego sektoral adalah langkah utama dalam program unggulan kami.”
Permasalahan Narkoba dan Prinsip Kolaborasi Silih Asuh
Dalam menghadapi permasalahan narkoba, pasangan ASIH berkomitmen untuk melakukan pendekatan berbasis kolaborasi antar-stakeholder di Jawa Barat. “Kami mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan penegak hukum. Saling peduli dan saling mengawasi adalah langkah utama kami dalam penanggulangan narkoba. Prinsip silih asuh akan kami terapkan untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap masalah ini,” jelas Syaikhu.
Pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dalam debat perdana ini tampil dengan visi yang terfokus pada kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi. Dengan membawa konsep Jawa Barat Emas, mereka optimis bahwa pengembangan berbasis teknologi, peningkatan layanan Posyandu, serta sinergi antar-stakeholder dapat mendorong Jawa Barat menjadi provinsi berdaya saing global.







![Para petinggi Indosat, [Ki-Ka] Eric Danari, SVP-Head of Region Outer Jakarta; Steve Saerang, SVP-Head of Corporate Communication; Chandra Pradyot Singh, EVP-Head of Circle Jakarta Raya; Shatya Framudia, SVP-Head of Region Inner Jakarta](https://ahadtimes.id/wp-content/uploads/2025/04/Indosat-Media-Update-dan-Halalbihalal-428x400.jpg)

