Satu dalam Kebenaran

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Advetorial Gema Mulia ASI Center

Berita event Tokoh

Bachtiar Nasir Serukan Generasi Muda JATTI Kuasai AI dan Perkuat Kolaborasi Umat

Ahadtimes.id, Jakarta Pusat — Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah (JATTI), KH Bachtiar Nasir, menyerukan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perubahan global, khususnya dalam penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan penguatan kolaborasi lintas generasi.

    Peserta Undangan Halal Bihalal JATTI lintas generasi, hadir dari berbagai daerah.

Seruan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal JATTI bertema “Silaturahim JATTI, Kolaborasi dan Penguatan Jaringan Lintas Generasi” yang digelar di Auditorium Ar Rahim, Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (19/4/2026).
Dalam sambutannya, Bachtiar Nasir menegaskan bahwa dunia saat ini tengah mengalami pergeseran besar akibat konflik geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Namun di tengah gejolak tersebut, sektor teknologi justru terus berkembang pesat.
“AI naik saat dunia goncang. Ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sektor tambahan, tapi sudah menjadi infrastruktur utama peradaban masa depan,” ujarnya.
AI Jadi Penentu Peradaban, Umat Islam Jangan Jadi Penonton
Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa nilai industri AI diprediksi melonjak drastis dari 189 miliar dolar pada 2023 menjadi 4,8 triliun dolar pada 2033. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa umat Islam tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi.

UBN no.5 dari kiri, foto bersama MENTERI KOPERASI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. dan tokoh-tokoh JATTI lainnya. ( foto Ismail Luta )

Ia mempertanyakan posisi umat Islam dalam ekosistem global ke depan, apakah hanya sebagai pengguna atau mampu menjadi produsen dan pemimpin pasar.
“Ini bahaya kalau kita hanya jadi pemakai. Dunia ke depan dibentuk oleh AI, dan aksesnya masih terkonsentrasi pada segelintir negara dan korporasi,” tegasnya.
Dorong Revolusi Pendidikan dan Dakwah Berbasis AI
Lebih lanjut, Bachtiar Nasir menekankan pentingnya menjadikan AI sebagai alat untuk merevolusi pendidikan dan dakwah Islam. Ia menyebut, pemanfaatan teknologi harus tetap berpusat pada manusia (human-centered), serta berlandaskan nilai-nilai etika Islam.
Ia merinci lima kriteria penting dalam pengembangan AI bagi umat Islam, di antaranya harus memberikan manfaat nyata, berbasis etika, kuat secara teknis, memiliki kedalaman data, serta dapat dikembangkan secara luas (scalable).
“AI harus jadi solusi bagi problem umat, mulai dari pendidikan, kesehatan, keuangan syariah hingga pengelolaan zakat dan wakaf,” jelasnya.
Generasi Muda Jadi Garda Terdepan
Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar Nasir juga secara khusus mengajak generasi muda JATTI, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, untuk bersiap menjadi pemimpin masa depan.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat peradaban Islam dunia, karena kondisi negara yang relatif stabil di tengah konflik global.
“Anak-anak muda harus siap jadi frontliner. Kami yang tua cukup mengawal. Kalian yang akan memimpin ke depan,” katanya dihadapan para undangan JATTI yang hadir dari berbagai daerah.
Pentingnya Kolaborasi dan Identitas Umat
Selain penguasaan teknologi, Bachtiar Nasir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan identitas umat. Ia memprediksi bahwa dalam 20 tahun ke depan, kepemimpinan global akan ditentukan oleh kekuatan identitas, termasuk identitas keagamaan.
Menurutnya, umat Islam harus percaya diri dalam membawa nilai-nilai Islam sebagai bagian dari solusi global, bukan justru menjauh dari identitas tersebut.
“Ke depan, era identitas akan menang. Umat Islam harus siap mengambil peran, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Acara Halal Bihalal JATTI ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim sekaligus memperkuat sinergi antar alumni Timur Tengah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *